Serpihan Pesawat EgpytAir yang Hilang Ditemukan di Mesir

Serpihan Pesawat EgpytAir yang Hilang Ditemukan di Mesir

Kapal Mesir terus berpatroli dalam pencarian pesawat EgyptAir yang hilang. (foto - Reuters)

Kairo - Serpihan atau bagian pesawat EgyptAir MS804 yang hilang, dikabarkan berhasil ditemukan. "Ya, serpihan ditemukan," sebut  juru bicara Militer Mesir, seperti dilaporkan dalam breaking news CNN, Jumat (20/5/2016).
 
Berdasarkan keterangan juru bicara militer Mesir, puing pesawat tersebut ditemukan 290 km dari utara Kota Alexandria, Mesir. Sementara itu, stasiun televisi Mesir melaporkan saat ini juga telah ditemukan sejumlah barang millik penumpang.
 
Meski memastikan bagian pesawat EgyptAir MS804 yang hilang ditemukan, sejauh ini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hal itu. Hilangnya pesawat itu merupakan peristiwa kedua dalam tujuh bulan terakhir, yang memukul dunia penerbangan Mesir. 
 
Belum lama ini sebuah pesawat Rusia dilaporkan jatuh, setelah ditembak teroris di Sinai. Hilangnya pesawat EgyptAir  telah menimbulkan sejumlah pertanyaan dan spekulasi, tentang keselamatan dan keamanan penerbangan Mesir. Tak hanya itu, prosedur keamanan dan penerbangan di Bandara Charles de Gaulle pun dipertanyakan.
 
SebelumnyaPresiden Mesir Abdel Fatah al-Sissi memerintahkan Kementerian Penerbangan Sipil, Pusat Pencarian dan Penyelamatan Tentara, Angkatan Laut dan Angkatan Udara mengambil semua langkah yang diperlukan, untuk menemukan pesawat EgyptAir yang hilang di perairan Mediterania.
 
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kantor kepresidenan, seperti dilansir The Guardian, Sissi juga memerintahkan Komite Investigasi yang dibentuk oleh Kementerian Penerbangan Sipil, segera memulai penyelidikan terhadap penyebab hilangnya pesawat. Pihak Penerbangan Yunani mengatakan, pesawat berjenis Airbus A320 itu terjun sekitar 130 mil dari Karpathos.
 
Pesawat C-130 dan sedikitnya delapan kapal terus menerus melakukan patroli di sekitar perairan untuk mencari puing pesawat. Pilot pesawat EgyptAir telah mengantongi pengalaman selama 6.275 jam terbang. Sebelum kejadian, pesawat tidak mengirim sinyal indikasi adanya kondisi darurat.
 
Menteri Pertahanan Yunani, Panos Kammenos mengatakan, pesawat itu "membanting tiba-tiba" di udara dan jatuh sebelum menunjukkan sinyal radar di Mediterania selatan. "Pesawat melakukan manuver 90 derajat ke kiri dan tiba-tiba 360 derajat ke kanan, jatuh dari ketinggian 37.000 kaki dan sinyal hilang di sekitar ketinggian 10.000 kaki," kata Kammenos. 
 
Menara pengawas mencoba melakukan kontak dengan pesawat 10 mil, sebelum keluar wilayah udara Yunani. Namun, pihak pengawas tidak mendapat respons. Pesawat itu lepas landas dari Bandara Charles de Gaulle Paris, Rabu malam pukul 11.09 waktu setempat menuju Kairo. Pesawat diketahui hilang dari radar sekitar pukul 02.30 waktu Mesir. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,