Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Dunia Terbakar

Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar Dunia Terbakar

Pembangkit listrik tenaga surya Ivanpah di gurun Mojave (Mojave Desert) perbatasan California - Nevada Amerika Serikat (AS). (foto - Getty Images/Ethan Miller)

California - Pembangkit listrik tenaga surya yang berlokasi di Gurun Mojave (Mojave Desert) tepatnya di perbatasan antara California dan Nevada Amerika Serikat (AS), belum lama ini dikabarkan mengalami kebakaran.

Kejadian tersebut mengakibatkan pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia itu yang memiliki 300 ribu cermin dan dikendalikan oleh komputer, hanya mampu memproduksi sepertiga energi dari keadaan normalnya. Pembangkit ini nantinya akan membantu mendistribusikan listrik kepada 140 ribu rumah di Amerika.

Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga surya lainnya yang juga mengandalkan panel surya. Pembangkit listrik Ivanpah menggunakan cermin khusus yang mampu memantulkan panas ke sebuah mesin boiler, hingga uap yang dihasilkan mampu menggerakkan turbin.

"Ivanpah Solar Electric Generating System" yang secara resmi dioperasikan pada 14 Februari 2014 lalu itu, berada di area seluas 12,9 kilometer persegi. Pembangunanya menelan biaya 2,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 24 triliun, yang dioperasikan bersama perusahaan energi NRG, Google dan Bright Source Energy.

Disebutkan, kebakaran kali ini ternyata terjadi lantaran seseorang telah memasang cermin dengan sudut yang salah. Akibatnya, panas yang ditimbulkan tidak berpusat di mesin boiler hingga melelehkan beberapa kabel dan menyebabkan kebakaran.

Adapun panas yang dikeluarkan oleh Ivanpah mengelilingi seluruh area yang memiliki suhu mencapai 1.000 derajat Fahrenheit (537 derajat Celcius). Unggas-unggas yang ada di sekelilingnya pun mati terbakar, yang menimbulkan keprihatinan khususnya di kalangan pecinta lingkungan dan burung.

"Apabila kita memiliki teknologi baru seperti itu, kita pun tidak tahu dampak apa yang terjadi," kata Eric Davis, pimpinan untuk organisasi pelindung burung migran di Amerika. "Kami tengah berusaha untuk mencari tahu seberapa besar masalah yang ditimbulkan, sekaligus apa yang bisa kami lakukan untuk meminimalkan dampaknya".

Dalam kaitan itu, Juru Bicara Ivanpah Jeff Holland belum bisa memberikan keterangan pasti tentang insiden terbakarnya pembangkit listrik tersebut. Sejauh ini timnya masih akan melakukan beberapa penelitian, untuk mengetahui penyebab kematian burung-burung itu. "Tampaknya ini masih terlalu dini untuk bisa menyimpulkan," ungkapnya.

Untungnya, percikan api dapat dipadamkan oleh unit pemadam kebakaran dalam waktu sekitar 20 menit, sehingga api pun tidak sempat menjalar ke bagian pembangkit yang lainnya. Namun, hingga kini belum bisa dipastikan kapan pembangkit listrik tenaga surya itu akan kembali beroperasi normal, serta seberapa jauh pengaruhnya terhadap pasokan listrik di California. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,