India Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi Capai 51 Derajat

India Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi Capai 51 Derajat

Berbagai reaksi masyarakat India ketika dilanda gelombang panas hingga mencapai 51 derajat Celsius. (foto - ist)

Phalodi - Sebuah kota di negara bagian Rajasthan India, memecahkan rekor suhu negara itu, yang mencapai 51 derajat Celcius. Phalodi, salah satu kota di kawasan gurun dilanda gelombang panas, di mana rekor sebelumnya untuk suhu terpanas mencapai  50,6 derajat Celsius pada 1956.

Dikabarkan, gelombang panas telah menghantam banyak wilayah di India utara. Suhu di sana telah melebihi 40 derajat Celsius selama berminggu-minggu. Menjelang musim hujan India selalu ditandai dengan pekan penuh sinar matahari kuat dan meningkatkan panas. 

Namun, tingkat suhu yang mengancam hingga melebihi 50 derajat Celsius tidak biasa. "Kamis lalu merupakan suhu terpanas yang pernah tercatat di India, yakni 51 derajat Celsius di Phalodi," kata BP Yadav dari kantor cuaca India, seperti dilaporkan BBC News.

Sebelumnya, ahli meteorologi Peter Gibbs menyebutkan, gelombang panas di sebagian besar wilayah India telah menyebabkan suhu yang lebih panas dari musim panas yang biasa terjadi di banyak negara. Dilaporkan laman BBC, puluhan kematian telah dilaporkan terjadi di negara bagian India selatan Telangana, Andhra Pradesh dan Kota Bhubaneswar di Orissa.

Kantor cuaca pun telah mengeluarkan peringatan, atas gelombang panas yang parah di sebagian besar negara bagian utara dan barat India. Mereka tewas pada saat hari dengan suhu terpanas yang terjadi selama bulan April. Suhu mencapai puncak pada 45,8 derajat Celsius.

Kuatnya sinar matahari selama beberapa pekan meningkatkan suhu panas India tahun ini. Suhu yang mengancam jiwa tersebut ternyata datangnya lebih awal dan lebih meluas dari biasanya. Gelombang panas meluas di banyak wilayah India utara dengan suhu hingga 40 derajat Celsius selama beberapa hari berturut-turut.

Wilayah yang terkena angin laut di Teluk Benggala, justru mendapat udara panas. Sementara, banyak bagian wilayah yang kering, menyusul jarangnya musim hujan di tahun 2015 karena El Nino yang kuat di Pasifik. Meski gelombang panas ditengarai lebih ringan di Bengal Barat dan Orissa, statistik menunjukkan bulan-bulan terpanas belum datang. Bantuan untuk mengatasi hawa panas ini hanya dengan datangnya musim hujan, biasanya terjadi pada pertengahan Juni. (Jr.)**

 

 

.

Categories:Internasional,
Tags:,