Kereta Pangrango Sukabumi-Bogor Anjlok di Cibadak

Kereta Pangrango Sukabumi-Bogor Anjlok di Cibadak

Kereta Pangrango Sukabumi-Bogor Anjlok di Stasiun Cibadak, Sabtu (21/5/2016) pagi sekitar pukul 05.35 WIB. (foto - ist)

Sukabumi - Kereta Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor anjlok ketika memasuki Stasiun Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (21/5/2016) pagi sekitar pukul 05.35 WIB. Akibatnya, seluruh perjalanan kereta Sukabumi-Bogor maupun sebaliknya terhambat, bahkan beberapa perjalanan dibatalkan.

Menurut Kepala Stasiun Sukabumi, Heru Salam berdasarkan hasil koordinasi dengan petugas di Stasiun Cibadak, diketahui kereta mengalami anjlok pada gerbong restorasi (restoran). Dua as roda gerbong yang berada di bagian belakang rangkaian itu keluar rel sekitar 20 sampai 30 sentimeter. 

"Hal itu terjadi pada pemberangkatan pertama pukul 05.00 WIB. Namun, pemberangkatan hanya tersendat, gerbong yang anjlok pun  bisa dilepas," katanya. Namun, jadwal pemberangkatan kedua dari Sukabumi pada pukul 10.40 WIB terpaksa dibatalkan. Jumlah penumpang terdiri atas 260 di kelas ekonomi dan 40 di kelas eksekutif. 

Disebutkan, pembatalan pemberangkatan kereta juga dilakukan dari Stasiun Bogor pada pukul 08.05 WIB. Namun, Heru tidak tahu pasti jumlah penumpang pada jadwal pemberangkatan itu. "Infonya sudah dievakuasi, namun saya tidak hapal jam berapa selesainya," katanya. 

Sementara itu, Kepala Stasiun Bogor, Sugi Hartanto belum bisa dikonfirmasi terkait dampak anjloknya Kereta Pangrango. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari PT KAI Daerah Operasi I Jakarta. "Tidak ada korban, dua gerbong paling belakang yakni gerbong restorasi dan kelas eksekutif terpaksa dilepas, agar kereta bisa melanjutkan perjalanan," katanya. 

Sejumlah petugas diturunkan untuk mengevakuasi gerbong restorasi dan memperbaiki rel yang patah. Penumpang pun dialihkan ke gerbong lainnya untuk melanjutkan perjalanan ke Bogor. Gerbong restorasi pun masih teronggok di Stasiun Cibadak. 

Humas PT KAI Daop I Jakarta, Bambang Setyo Prayitno mencatat, sedikitnya ada 15 daerah rawan longsor di sepanjang rute rel kereta Sukabumi-Bogor. Antara lain tiga titik rawan banjir dan pergerakan tanah antara Stasiun Bogor dan Batu Tulis, delapan titik rawan banjir Stasiun Batu Tulis dan Maseng, serta empat titik rawan pergerakan tanah antara Stasiun Maseng hingga Sukabumi. (Jr.)**

 

.

Categories:Daerah,
Tags:,