Sabtu Malam Ini Langit Dihiasi Fenomena 'Blue Moon'

Sabtu Malam Ini Langit Dihiasi Fenomena 'Blue Moon'

Fenomena Blue Moon

Bandung - Sinar bulan purnama spesial yang dijuluki "Blue Moon" akan menyirami Bumi, Sabtu malam. Apa yang unik dari fenomena alam tersebut? Namun demikian, pada kenyataannya Bulan tidak akan bersinar biru ketika fenomena Blue Moon terjadi.
 
Seperti dilansir dari NJ, Sabtu (21/5/2016) ketika mendengar istilah Blue Moon tentu yang terpikirkan adalah pertanyaan, seputar apakah memang Bulan bersinar biru? Istilah itu digunakan untuk menyebut bulan purnama kedua, dalam satu bulan dalam astronomi.
 
Sejak dulu, Blue Moon digunakan untuk menyebutkan bulan purnama keempat dalam satu musim. Frekuensi Blue Moon beragam mulai 1-3 tahun sekali. Blue Moon terakhir terjadi pada 31 Juli 2015, dan setelah Sabtu ini kembali akan terjadi lagi pada 31 Januari 2018.  
 
Ada yang spesial dari Blue Moon tahun ini, yakni Mars akan berada di dekat bulan purnama hingga langit bagian tenggara akan terlihat cerah. Fenomena itu juga aman dilihat dengan mata telanjang.
 
Lebih jauh Sky and Telescope melaporkan, cerita rakyatlah yang memulai penyebutan bulan biru ketika bulan purnama kedua terjadi dalam satu bulan di kalender Masehi. Terminologi itu telah ada selama 400 tahun, tetapi baru sepenuhnya dimengerti sekitar 25 tahun belakangan.  
 
Kenyataannya, penggunaan sangat awal dari istilah itu absurd seperti mengatakan bulan terbuat dari keju hijau. Absurditas keduanya jelas, tidak mungkin ada keraguan. Ungkapan ‘dia berpendapat bulan biru’ digunakan oleh orang di abad ke-16, sama halnya ketika orang modern menggunakan kata ‘hitam adalah putih’. 
 
Pada abad ke-18, lahirlah idiom once in a blue moon’yang menyatakan, hal yang dikatakan tidak akan pernah terjadi karena bulan tidak akan pernah berwarna biru.  Namun, sejarah berkata lain saat Gunung Krakatau meletus pada 1883. Debu vulkanis telah membuat bulan tenggelam berwarna hijau dan purnama menjadi biru di seluruh dunia selama dua tahun.
 
Bulan di timur laut Amerika Utara membiru pada 1951 ketika kebakaran hutan besar di bagian barat Kanada melemparkan partikel asap ke langit. Hal itu menggeser sedikit makna blue moon karena fenomena itu benar-benar terjadi, meski sangat amat jarang pada pertengahan abad ke-19. 
 
Namun, makna itu akhirnya kembali sedikit bergeser dalam penggunaannya saat ini. Pada 1988, bulan purnama kedua pada Mei dikabarkan stasiun radio dan koran Amerika Utara sebagai bulan biru. Pemberitaan itu mengundang perhatian media internasional. 
 
Maka, sejak saat itu banyak restoran dan pagelaran seni yang ikut mempopulerkan istilah blue moon. Istilah blue moon akhirnya digunakan untuk menyebut bulan kedua di dalam satu bulan kalender Masehi dalam ilmu astronomi. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,