Militer Mesir Temukan Bagian Tubuh dan Serpihan EgyptAir

Militer Mesir Temukan Bagian Tubuh dan Serpihan EgyptAir

Suasana duka keluarga korban penumpang EgyptAir setelah mendapat kabar Angkatan Laut Mesir telah menemukan bagian tubuh para penumpang dan puing pesawat di Perairan Mesir. (foto - AFP)

Alexandria - Memasuki hari ketiga pencarian pesawat EgyptAir MS804 menemui titik terang. Pemerintah Mesir menyatakan, tim militer yang mencari pesawat rute Paris, Perancis menuju Kairo, Mesir itu menemukan potongan tubuh manusia, serpihan pesawat dan barang-barang milik penumpang di Laut Tengah.
 
Sejumlah temuan itu sekaligus menegaskan, pesawat Airbus 320 tersebut memang mengalami kecelakaan, setelah sempat hilang dari pantauan radar ketika berada di wilayah udara Mesir, Kamis dinihari lalu.
 
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyampaikan rasa duka citanya kepada keluarga para korban. Pesawat yang jatuh dalam penerbangan dari Paris ke Kairo tersebut, tercatat membawa 66 orang penumpang dan kru.
 
Pemerintah Mesir pun sudah menawarkan pengakuan resmi atas kematian para korban, meski belum jelas apa penyebab kecelakaan itu. "Militer Mesir berhasil menemukan pecahan pesawat, sejumlah barang milik penumpang dan potongan tubuh manusia serta sisa kursi pesawat," demikian bunyi penjelasan tertulis Kementerian Penerbangan Sipil Mesir.
 
Seperti dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu (21/5/2016) disebutkan, tim Angkatan Bersenjata Mesir telah melakukan pencarian di sekitar 290 kilometer dari kota pelabuhan Alexandria, atau sebelah selatan dari titik sinyal terakhir pesawat.
 
Sejauh ini belum ada temuan bangkai pesawat dalam bentuk pecahan besar, termasuk sinyal dari kotak hitam yang merekam semua data penerbangan itu. Chairman EgyptAir Safwat Moslem dalam siaran di stasiun televisi pemerintah setempat menyebutkan, saat ini radius pencarian bangkai pesawat melebar hingga 64 kilometer.
 
Disebutkan, pencarian tersebut mencakup area seluas 13.000 kilometer persegi. "Cakupan itu pun masih mungkin diperluas jika diperlukan," kata Moslem. Sebelumnya diberitakan, sebuah satelit Eropa menangkap tanda-tanda yang menggambarkan tumpahan minyak sepanjang dua kilometer di Laut Tengah. Lokasinya berada sekitar 40 kilometer tenggara dari posisi terakhir pesawat. Informasi itu diungkapkan Agen Antariksa Eropa.
 
Sementara itu, Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail menyatakan, masih terlalu dini untuk menetapkan apa penyebab kecelakaan. Namun begitu, kemungkinan besar serangan teroris yang menjadi penyebab kecelakaan, dibandingkan kerusakan mesin.
 
Meski kecurigaan mengarah kepada kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), hingga saat ini belum ada suara dari kelompok itu. Padahal, biasanya kelompok garis keras itu langsung mengeluarkan seruan, sesaat setelah melakukan serangan teror. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,