7 Tewas, Korban Guguran Awan Panas Sinabung 9 Orang

7 Tewas, Korban Guguran Awan Panas Sinabung 9 Orang

Tujuh orang tewas, korban guguran awan panas Gunung Sinabung di Sumatera Utara jadi sembilan orang. (foto - ist)

Medan - Korban yang meninggal dunia akibat terkena guguran awan panas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara terus bertambah menjadi tujuh orang. Sementara dua korban lagi mengalami luka bakar dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan untuk mendapatkan perawatan intensif. 
 
Dilaporkan, kondisi kedua korban tersebut dalam kondisi kritis karena mengalami luka bakar hingga 60 persen. Ketujuh korban tewas, masing-masing Karman Meliala (60), Irwansyah Sembiring, Leo Perangin-angin (25), Mulip Ginting (45), Nanin Br Sitepu (50), Ersada Ginting (55) dan Brahim Sembiring (51).
 
"Korban Ersada Ginting meninggal setelah beberapa saat dirawat di RSUP H Adam Malik Medan. Sedangkan korban Brahim mengembuskan napas tadi pagi, meski telah mendapat perawatan," kata Kabid Humas Polda Sumut AKBP Rina Sari Ginting, Minggu (22/5/2016).

Sementara itu, kedua korban luka bakar yang dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan adalahCahaya Sembiring (57) dan Cahaya Br Tarigan (45). Mereka masih dirawat di ruang ICU. "Sebelumnya, mereka dirawat di RS Efarina Etaham Brastagi, kemudian dirujuk ke Medan," katanya.

Menurutnya, seluruh korban merupakan penduduk Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empar Karo. Mereka ditengarai tengah bertani di ladangnya, saat awan panas guguran Gunung Sinabung tiba di desa yang masuk dalam zona merah itu, Sabtu lalu pukul 16.48 WIB.

Namun, sebagian masyarakat tetap memilih berladang di desa itu meski mereka telah diungsikan dan jalan masuk ke sana telah dipasangi portal. Berdasarkan keterangan warga Desa Gamber, terdapat sekitar 25 KK yang nekat masuk kembali ke desa itu untuk bertani.

"Para korban sebelumnya telah mendapat kompensasi berupa uang jaminan hidup, sewa rumah dan sewa lahan pertanian dari pemerintah agar tidak tinggal di Desa Gamber. Namun, sebagian besar masyarakat membandel dan tetap beraktivitas di desanya," tegas Rina.

Polres Karo, TNI bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo terus mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar zona merah atau zona larangan, untuk tidak beraktivitas di sana. Warga pun tidak boleh masuk ke kawasan berbahaya tersebut.

Sejauh ini, aktivitas Gunung Sinabung masih tetap tinggi. Tercatat awan panas guguran terjadi secara terus menerus selama empat kali. Awan panas guguran mencapai 4,5 kilometer hingga ke Sungai Lao Borus ke arah barat. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,