Bocah Kelas 1 SD Tewas Terseret Arus Sungai Cembul Pojok

Bocah Kelas 1 SD Tewas Terseret Arus Sungai Cembul Pojok

Bocah kelas 1 SD tewas terseret arus Sungai Cembul Pojok di Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. (foto - ilustrasi)

Bandung Iis Nani Hayati, seorang bocah berusia 6 tahun ditemukan tidak bernyawa, setelah hanyut terseret arus Sungai Cembul Pojok di Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Rabu (25/5/2016).Warga Kampung Cembul Pojok Desa Rancamanyar itu, adalah murid kelas 1 SD Negeri 1 Sekepeuris.
 
Korban diduga terpeleset lalu terseret arus sungai saat melintasi sebuah jembatan bambu, yang berada di atas sungai pada Selasa 24 Mei 2016 lalu. Anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Endang (44) dan Yoyok (38) itu, ditemukan setelah warga dan Basarnas melakukan pencarian sejak Selasa. Korban berhasil ditemukan pada Rabu sekitar pukul 4.00 WIB, dengan jarak cukup jauh dari lokasi korban terpeleset.
 
Berdasarkan informasi, pada Selasa siang korban berpamitan kepada ibunya, Yoyok untuk pergi ke rumah kakeknya yang terpisah aliran Sungai Cembul Pojok, salah satu anak Sungai Cisangkuy. Jembatan bambu yang menjadi akses warga melintasi aliran sungai itu. 
 
Meski kerap digunakan sebagai jembatan perlintasan warga, jembatan itu tidak dilengkapi pegangan di kiri dan kanan jembatan sebagai pengaman. Menurut Kepala Desa Rancamanyar Dani Hamdani, sebelumnya dia mendapat laporan mengenai warga yang terseret arus sungai. 
 
"Agar tidak menimbulkan korban lagi, jembatan itu akan dibongkar dan dibangun jembatan baru yang lebih aman. Keputusan itu berdasarkan hasil musyawarah tokoh masyarakat," kata Dani setelah mengikuti prosesi pemakaman korban di tempat pemakaman umum di kampung itu. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,