Sanksi bagi Lion Air Hanya Peringatan untuk Perbaikan

Sanksi bagi Lion Air Hanya Peringatan untuk Perbaikan

Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V DPR dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub dan perwakilan maskapai Lion Air dan Air Asia. (foto - ist)

Jakarta - Sanksi yang diberikan kepada Lion Air sebagai bentuk teguran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Darat. Dengan begitu, kementerian harus tegas atas masalah itu dan melakukan evaluasi terkait perkara maskapai tersebut.

Hal itu dikemukakan setelah Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perbubungan, dan perwakilan maskapai Lion Air dan Air Asia, Kamis (26/5/2016) malam.

"Kalau ada sanksi ya sanksi saja karena untuk mengingatkan. Memang manajemen Lion itu rusak. Beda sama Batik Air, dan tidak pernah diperbaiki. Kalau memang tidak mampu slotnya dicabut dan disesuaikan dengan armadanya," kata anggota Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadri.

Anggota Komisi V DPR lainnya, Fauzi Amro menyatakan, dalam pembahasan itu tidak perlu saling salah menyalahkan, namun saling perlu diperbaiki. "Kita tidak perlu cari siapa yang salah yang benar. Kita merujuk pada undang-undang. Jangan cari siapa yang salah. Sanksi harus diberi efek jera. Bila mereka salah ya   dihukum, kalau tidak ya dibina jangan dibinasakan," katanya

Sebelumnya, manajemen Lion Air menyambut baik keputusan Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang menunda penerapan sanksi pembekuan ground handling, akibat insiden salah turun penumpang.
 
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan rasa terima kasih dan berjanji pihaknya akan memanfaatkan waktu 30 hari penundaan sanksi tersebut, untuk berbenah demi perbaikan pelayanan ke depannya.

‎"Sebagai perusahaan maskapai yang melayani jasa, tentu kami akan memanfaatkan waktu itu untuk perbaikan agar kejadian serupa maupun lainnya tidak terulang. Sehingga kapi dapat terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat agar tetap memberikan keamanan dan kenyamanan seperti yang diharapkan," katanya.

Kemenhub memutuskan untuk tidak membekukan izin operasi ground handling Lion Air Grup. Seharusnya, pembekuan itu mulai berlaku pada Kamis ini. Namun dari hasil investigasi yang dilakukan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, pihaknya memberikan kesempatan kepada Lion Air untuk melakukan perbaikan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,