Emil, Bus Sekolah Gratis Tetap Jalan Bukan 'Musuh' Angkot

Emil, Bus Sekolah Gratis Tetap Jalan Bukan 'Musuh' Angkot

Bus Sekolah Gratis di Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung - Pengoperasian bus sekolah gratis di Kota Bandung bukan merupakan "musuh" angkutan kota (angkot). Adapun "musuh" angkot justru para pengendara sepeda motor, karena selama ini orang yang menggunakan sepeda motor sebelumnya adalah pengguna angkot.
 
Demikian Walikota Bandung Ridwan Kamil, yang langsung menanggapi adanya unjuk rasa para sopir angkutan kota, yang mendesak untuk menghentikan operasional bus sekolah. "Saya sudah bilang musuh angkot itu pemotor, silakan survei. Semua yang punya motor dulunya mantan pengangkot, karena angkotnya banyak masalah," kata Emil di Bandung, Kamis (2/6/2016).
 
Menurut Emil, program bus sekolah gratis tidak bakal menggerus pendapatan para sopir angkot. "Keberadaan bus sekolah tidak secara signifikan berpengaruh terhadap angkutan kota, jadi program tetap jalan," katanya. 
 
Aksi mogok para sopir angkot sebagai bentuk kekecewaan atas kehadiran bus sekolah gratis. Bus sekolah dinilai merugikan sopir. Sejumlah angkot pun diparkir di sekitar Balaikota Bandung saat mereka berunjuk rasa, tepatnya di sisi kanan Jalan Wastukancana.

Selain itu, beberapa poster pun diusung oleh para sopir angkot dengan bertuliskan, antara lain "'Kami Menolak Keras Keberadaan Bis Sekolah", "Boss, Anak Istri Saya Butuh Makan, Boss!" dan "Pak Emil Jangan Mengeluarkan Kebijakan Sepihak".

Audiensi redam aksi para sopir angkot
Sebelumnya, untuk meredam aksi para sopir angkot yang berunjuk rasa di depan Balaikota Bandung, digelar audiensi antara para sopir angkot dan perwakilan Dishub Kota Bandung serta kepolisian di Balaikota Bandung. Usai mendengar aspirasi para sopir angkot yang menginginkan bus sekolah gratis berhenti, Pemkot Bandung lewat Kabid Angkutan Dishub Kota Bandung Yan Heryana pun memberi jawaban.
 
"Aspirasi dari bapak-bapak semua sudah saya catat dan akan segera disampaikan ke Pak Kadis (Perhubungan Didi Ruswandi)," katanya. Diakui, saat ini tidak bisa memenuhi aspirasi para sopir angkot, karena ia bukan pemangku kebijakan. Seluruh aspirasi akan disampaikan kepada Kadishub Kota Bandung, untuk diteruskan pada Walikota Bandung Ridwan Kamil. "Tugas kami disini hanya mencatat seluruh aspirasi dari bapak-bapak," katanya.
 
Massa langsung membubarkan diri dan kembali beroperasi. Beberapa sopir pun mengumpat karena jawaban yang diberikan mengambang alias tidak ada kepastian. Namun unhtuk menjaga kondusifitas, hari ini bus sekolah gratis dihentikan sementara.
 
Alasannya, tadi pagi saat bus sekolah beroperasi para sopir angkot memblokade dan menurunkan penumpang bus sekolah. "Hari ini kita hentikan dulu agar kondusif karena tadi pagi kan busnya dihadang, penumpang diturun-turunin," tegasnya.
 
Mengenai apakah besok bus sekolah akan kembali beroperasi, hal itu pun masih belum pasti. Sebab laporan aspirasi dari para sopir angkot belum disampaikan kepada Kadishub. Sebenarnya keberadaan bus sekolah gratis mendapat sambutan antusias para siswa, karena mereka tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk ongkos transportasi ke sekolah.
 
Bus sekolah beroperasi tiga shift dalam sehari, dan satu bus bisa menampung lebih dari 100 siswa sekali jalan. Total ada 15 bus dari dua jurusan, yaitu Cibiru-Asia Afrika dan Cibiru-Cibeureum. Dua jurusan itu yang diprotes para sopir angkot, sedangkan bus sekolah dua jurusan lainnya tidak. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,