Empat Warga Tertembak Saat Demo Tolak Penambangan

Empat Warga Tertembak Saat Demo Tolak Penambangan

Bentrok warga dari tiga kecamatan dengan aparat kepolisian di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. (foto - ist)

Bengkulu - Bentrokan pecah antara ratusan warga dari tiga kecamatan dan pihak  kepolisian, di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Bentrokan berlangsung ketika warga menggelar aksi demo, yang menolak tambang bawah tanah di Kecamatan Merigi Kelindang.
 
Dalam aksinya, empat warga sipil jadi korban. Tiga di antaranya diduga mengalami luka tembak. Raden Yudi Ajmaja tertembak di bagian dada sebelah kanan, Badrin tertembak di bagian leher, Muan luka di bagian tangan dan dada luka serta Marta tertembak di bagian perut.
 
Para korban telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu. Sementara seorang aparat kepolisian setempat pun diketahui ikut terluka dalam bentrokan yang diduga kena bacok.
 
Demo berawal adanya kesepakatan antara warga, pemerintah daerah dan perusahaan yang ingin menemui warga. Hal itu terkait penolakan tambang bawah tanah salah satu perusahaan tambang di wilayah itu.
 
Namun, setelah beberapa jam ditunggu pihak perusahaan, pemerintah daerah tidak kunjung datang ke lokasi. Geram atas hal itu, warga mencoba menerobos brikade aparat kepolisian setempat. Saat itu, aksi demo langsung berujung bentrok.
 
Salah satu orangtua korban tertembak, Suharman mengatakan, anaknya menjadi korban tembak saat kejadian demo penolakan tambah bawah tanah. 'Demo dilakukan warga dari tiga kecamatan. Kita menolak pembangunan tambang bawah tanah,'' katanya, Sabtu (11/6/2016).
 
Sementara itu, Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno membenarkan, atas kejadian itu. Seorang anggota Polri diketahui mengalami luka bacok, sedangkan untuk korban dari warga sipil pihaknya masih mengindentifikasi. ''Korban dari warga sipil masih kita identifikasi,'' katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,