Sudah 35 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Jateng

Sudah 35 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Jateng

Tim Basarnas Semarang bersama Tim SAR Gabungan tengah mengevakuasi korban yang tertimbun longsoran tanah di Kebumen dan Purworejo. (foto - ist)

Semarang - Badan SAR nasional (Basarnas) merilis data sementara jumlah korban meninggal dunia, akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Hingga kini jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di Jateng mencapai 35 orang.

"Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan beberapa wilayah di Jawa Tengah mengalami banjir dan longsor. Data sementara sebanyak 35 jiwa meninggal, dan enam orang luka-luka akibat terkena longsor," kata Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono, Minggu (19/6/2016).

Menurut Agus, daerah yang mengalami longsor berat antara lain, Banjarnegara, Kebumen, dan Purworejo. "Banjarnegara longsor di daerah Wanarata dan Gumelem dengan jumlah korban enam orang, sudah terevakuasi dalam keadaaan meninggal dunia. Di Kebumen juga enam orang masih dalam pencarian, serta di Purworejo sebanyak 29 jiwa yang tersebar di beberapa lokasi," katanya.

Kabupaten Purworejo tepatnya di desa Karangrejo atau Caok Kecamatan Loano, sebanyak enam korban tewas berhasil dievakuasi. Sedangkan di Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing, sebanyak empat korban luka ringan, dua patah kaki dan tiga masih tertimbun.

"Sebagian besar korban berada di daerah Donoranti, Kecamatan Purworejo dengan jumlah korban jiwa mencapai 14 orang. Tiga orang di antaranya berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan 11 masih dalam pencarian," tegas Agus.

Sejauh ini, Tim Basarnas Kantor SAR Semarang telah bergabung bersama Tim SAR Gabungan di Kebumen dan Purworejo, untuk melakuakan evakuasi. Selain itu, Kantor SAR Semarang juga tengah melakukan evakuasi terhadap warga yang terkena banjir di Kendal dan Surakarta. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,