7 WNI Disandera, Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 59 Miliar

7 WNI Disandera, Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 59 Miliar

Tugboat Charles 001 asal Samarinda, Kalimantan Timur. (foto - ist)

Jakarta - Kelompok bersenjata Abu Sayyaf menyandera tujuh dari 13 anak buah kapal (ABK) Tugboat Charles 001 asal Samarinda, Kalimantan Timur. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi terkait permintaan tebusan terhadap tujuh WNI, yang saat ini masih disandera. 
 
Sebelumnya, milisi Abu Sayyaf sebelumnya telah membebaskan enam WNI bersama kapal berisi batubara. Demikian pernyataan Jackried Kanselir Maluengseng, keluarga dari Edgar Lahiwu, satu dari enam ABK yang telah dibebaskan. 
 
menurutnya, kelompok Abu Sayyaf ini menuntut tebusan Rp 20 juta ringgit atau sekitar Rp 59 miliar, untuk pembebasan tujuh WNI ini. Abu Sayyaf memberi batas waktu penyerahan uang tebusan tersebut hingga Sabtu, 25 Juni 2016.
 
"Mereka menahan 7 kru lainnya sebagai jaminan untuk permintaan tebusan Rp 20 juta ringgit, yang harus dibayar PT Rusianto Bersaudara di Samarinda,” kata Jackried Kanselir Maluengseng, setelah menghubungi ponakannya Edgar Lahiwu, ABK yang sudah dibebaskan di Manado Sulawesi Utara, Kamis (23/6/2016).
 
Namun demikian, belum ada informasi pasti mengenai kondisi tujuh WNI yang ditawan. Kelompok Abu Sayyaf, sejak kemarin hanya memberi informasi kepada keluarga korban penyanderaan lewat telepon. Namun menurut Edgar Lahiwu, tujuh ABK yang disandera dipisahkan oleh dua kelompok.
 
Kelompok pertama membawa Ferry Arifin (nahkoda), Mohamad Mabrur (KKM) dan Eddy (masinis 2). Sementara kelompok kedua membawa Ismail (chief officer), Mohamad Nasir (masinis 3), Robin Piters (juru mudi) Mohamad Sofyan (oliman).
 
Jackried menyatakan, setelah menghubungi ponakannya Edgar Lahiwu, ada enam ABK yang dilepaskan dengan membawa pulang kapal ke Samarinda. Mereka Albertus Temu Slamet (jurumudi 2), Ruddy (jurumudi 3), Edgar Lahiwu (jurumudi 4), Agung (koki), Syahrial (masinis 4) dan Andi Wahyu (second officer).
 
"Pihak Abu Sayyaf telah menghubungi pemilik kapal dan mengakui, mereka yang melakukan penyanderaan. Itu juga diakui ABK yang dilepas yang sudah saya hubungi yang ditanyai secara detil satu per satu bersama pemilik kapal," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,