Indonesia Soccer Championship (ISC) Terancam Dihentikan

Indonesia Soccer Championship (ISC) Terancam Dihentikan

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi mempertanyakan kapabilitas PT Gelora Trisula Semesta, yang bertindak sebagai operator kompetisi. (foto - ist)

Jakarta - Buntut kerusuhan akibat ulah suporter Persija Jakarta saat menjamu Sriwijaya FC dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta, menyebabkan kompetisi independen itu terancam diberhentikan. Pertimbangkan untuk menghentikan sementara ISC diminta oleh pihak pemerintah, hingga evaluasi penyelenggaraan ISC selesai dilakukan, Senin 27 Juni 2016 nanti.
 
Dalam pernyataannya di media sosial, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi mempertanyakan kapabilitas PT Gelora Trisula Semesta, yang bertindak sebagai operator kompetisi. Pasalnya, perintah untuk segera membuat nota kesepahaman dengan pihak kepolisian terkait pengamanan di dalam dan luar stadion, ternyata belum dilakukan oleh PT GTS. Ia menyesalkan hal-hal anarkis seperti itu kembali terjadi.
 
"Kita semua berduka dan mengutuk keras kerusuhan di Stadion GBK. Pemerintah sudah meminta PT GTS untuk melakukan MoU dengan Polri, terkait keamanan di dalam dan luar stadion. MoU itu untuk kepastian penanganan dan jaminan keamanan serta kenyamanan semua yang ada di stadion. Namun itu belum dilakukan oleh GTS sebagai operator hingga saat ini," katanya.
 
Untuk itu, Imam bertanya kepada publik apakah pantas kompetisi ini diteruskan atau tidak, setelah melihat kondisi saat ini. Apa yang dikatakan Menpora itu dipertegas oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olah Raga Kemenpora Gatot S. Dewa Broto lewat rilis Kemenpora yang diterbitkan, Sabtu (25/6/2016). 
 
Sebelumnya, pemerintah telah memberikan peringatan kepada operator kompetisi untuk melakukan pengawasan ketat, agar kejadian kerusuhan antarsuporter yang hingga membawa korban jiwa tidak terulang. Namun, ternyata hal itu kembali terulang kemarin, dan kali ini pemerintah menyatakan tidak akan memberikan toleransi lagi.
 
"Ini bukan satu-satunya persoalan yang disoroti oleh Kemenpora, setelah sebelumnya terjadi insiden di SUGBK, lalu bentrok suporter di Sleman dan juga di Gresik. Sebab, pihak GTS belum juga memenuhi ketentuan yang sebelumnya telah disyaratkan oleh pihak pemerintah, dan belum juga mampu mengatasi berbagai insiden dan bentrokan.
 
Oleh karena itu, Kemenpora mempertimbangkan untuk menghentikan sementara turnamen kompetisi ISC sambil menunggu pembahasan dengan pihak PT GTS, Kepolisian RI dan PSSI pada Senin, 27 Juni 2016 nanti," tegasnya.
 
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PSSI guna mengoptimalkan peran federasi sepakbola nasional itu. Hal itu dilakukan sebelum akhirnya surat keputusan pencabutan rekomendasi/penghentian turnamen/Kompetisi ISC, dikeluarkan secara resmi oleh pihak Kemenpora setelah pertemuan.
 
Disebutkan, kerusuhan kemarin merusak upaya pemerintah melakukan pembenahan tata kelola persepakbolaan nasional, dan menodai keinginan semua pihak agar ISC bisa memenuhi kebutuhan pertandingan sepa bola yang berkualitas dan sesuai ketentuan yang berlaku. 
 
Pemerintah mendukung tindakan tegas kepolisian terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab, termasuk penerapan ketentuan Pasal 170 KUHAP, tentang tindak kekerasan terhadap orang atau barang. Pemerintah juga meminta pimpinan suporter dari setiap klub, untuk tidak lepas tangan dan bertanggung jawab atas tindakan anggotanya. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:,