Lepas dari Uni Eropa Wisatawan Cina Berlomba ke Inggris

Lepas dari Uni Eropa Wisatawan Cina Berlomba ke Inggris

Ketertarikan kalangan wisatawan Cina untuk mengunjungi Inggris semakin meningkat. (foto - ist)

Shanghai - Keputusan mengejutkan Inggris keluar dari keanggotaan Uni Eropa, berdampak pada jatuhnya mata uang mereka. Kondisi tersebut dimanfaatkan kalangan wisatawan Cina, yang berlomba untuk berlibur ke negara yang memiliki julukan Black Country tersebut.

Berdasarkan laporan Shanghai Daily, berbagai perusahaan travel agent melaporkan terjadinya lonjakan pemesanan paket tur ke Inggris. Hal itu terjadi setelah hasil referendum diumumkan. Ada juga yang hanya membeli mata uang poundsterling.

Dilansir dari Shanghaiist, Minggu (26/6/2016) Shanghai Spring Tour mengungkapkan, hampir semua paket tur mereka ke Inggris telah ludes terjual. Operator perjalanan online Ctrip juga mengatakan hal serupa. Terjadi peningkatan kunjungan yang signifikan di website resmi mereka untuk pilihan wisata ke Inggris.

Ctrip mengatakan, kebijakan visa baru yang diterapkan oleh pemerintah Inggris juga telah membantu menarik minat wisatawan Cina. "Saya sedang memikirkan destinasi wisata apa yang pas untuk dikunjungi beserta anak perempuan saya. Musim panas akan segera tiba, pilihan keluarga kami sebelumnya jatuh pada Jepang. Namun sekarang saya pikir Inggris mungkin bisa menjadi ide yang lebih baik dan lebih murah,” kata Cherry Xiao.

Selama ini, Jepang memang menjadi tujuan favorit para wisatawan asal Cina. Dengan meningkatnya biaya perjalanan ke Jepang dan jatuhnya harga tukar poundsterling, tentu saja orang-orang akan cenderung memilih berlibur ke Inggris, dibandingkan dengan Negeri Sakura.

Pada tahun lalu, wisatawan asal Cina menghabiskan dana hampir 183 miliar dolar AS, hanya untuk berbelanja berbagai jenis barang mewah di luar negeri. (Jr.)**

 

.

Categories:Wisata,
Tags:,