Sejak Mei 2016 Filipina Bunuh 103 Orang Terkait Narkoba

Sejak Mei 2016 Filipina Bunuh 103 Orang Terkait Narkoba

Kampanye ganyang dan penangkapan bandar narkoba semakin gencar dilakukan sejak pemerintahan dipegang Presiden Filipina terpilih Rodrigo Duterte. (foto - ist)

Manila - Sejak awal Mei 2016 ketika mencuatnya kampanye terkait ganyang para bandar narkoba, sedikitnya sudah 103 orang bandar telah dibunuh dengan aturan otoritas yang berlaku. Demikian keterangan yang terungkap dari Polisi National Filipina (PNP).

"Selain itu, sebanyak 5.845 orang terkait narkoba lainnya telah ditahan," kata Polisi Senior Jonardo Carlos kepada wartawan di Manila.

Seperti dilaporkan laman Asia One, Sabtu (9/7/2016) jumlah bandar yang tewas terdapat di sekitar wilayah Metro Manila, Central Luzon, Calabarzon dan Visayas Timur. Mereka dibinasakan karena memberontak saat akan dicokok.

Menurut Carlos, jumlah bandar yang tewas hingga mencapai ratusan orang, tidak termasuk anggota polisi yang tewas saat dilakukan penggerebekan. Terus meningkatnya angka bandar yang ditahan secara signifikan diikuti oleh trend anti-kriminal, yang digalakkan Presiden Rodrigo Duterte di seantero negeri.

"Banyak dari mereka khususnya para bandar narkoba yang levelnya masih 'kelas teri' ditangkap sejak polisi rajin menggelar operasi di sejumlah lokasi yang dicurigai," tegas Carlos.

Ia mengemukakan dalam menggelar aksinya PNP senantiasa memagang aturan sesuai prosedur. Tidak ada kekerasan yang terjadi saat penangkapan, seperti kepada para wanita dan keluarga bandar. "Jika ada yang keberatan, PNP siap menerima komplain dan akan ada investigasi terkait hal itu," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,