Waspadai Bencana Tanah Longsor di Sukabumi

Waspadai Bencana Tanah Longsor di Sukabumi

Waspadai Bencana Tanah Longsor di Sukabumi

Sukabumi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengimbau seluruh masyarakat untuk mewaspadai tanah longsor yang dalam sepekan terakhir ini menerjang beberapa kecamatan.

"Sepekan terakhir ini sudah terjadi lebih dari lima laporan tanah longsor yang terjadi di beberapa kecamatan seperti Parungkuda, Cicurug, Nagrak, Bojonggenteng dan lain-lain. Bencana tanah longsor ini disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga membuat labil tanah ditambah seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi rawan longsor," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, Senin (10/11/2014).

Menurut Usman, bencana tanah longsor ini tidak hanya merusak rumah atau bangunan, juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa seperti di Kecamatan Bojonggeteng, seorang balita berusia 2,5 tahun meninggal dunia tertimbun longsor.

Bahkan, pada Minggu, (09/11/2014) longsor juga menyebabkan tiga warga di Kecamatan Parungkuda harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

Pihaknya juga terus melakukan pendataan terhadap rumah yang rusak, karena pihaknya baru saja menerima laporan adanya tembok sepanjang 12 meter yang longsor dan menimpa rumah yang ada di bawahnya di Kecamatan Parungkuda dan satu unit rumah rusak ringan setelah tebing setinggi dua meter longsor.

"Bencana tanah longsor harus diwaspadai seluruh pihak, apalagi curah hujan cukup tinggi yang bisa berpotensi terjadinya bencana serupa. Kami juga mengimbau kepada warga yang tinggal di lereng perbukitan dan daerah bertebing untuk waspada dan mengungsi sementara jika turun hujan deras dalam waktu yang lama," katanya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Irwan Fajar mengatakan dari hasil pemetaan daerah rawan bencana tanah longsor, seluruh kecamatan atau 47 kecamatan merupakan daerah rawan. Tetapi, ada beberapa titik atau lokasi yang masuk zona merah atau paling rawan terjadi longsor.

"Dari data yang kami terima sesuai laporan untuk sementara ini mayoritas bencana tanah longsor terjadi di wilayah utara Kabupaten Sukabumi, karena tingginya curah hujan. Untuk wilayah selatan saat ini baru beberapa kecamatan yang melaporkan terjadinya bencana ini yakni Kecamatan Cidolog," katanya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:bencana,