Bareskrim Tetapkan 5 Dokter Tersangka Kasus Vaksin Palsu

Bareskrim Tetapkan 5 Dokter Tersangka Kasus Vaksin Palsu

Orangtua korban vaksin palsu mengajukan sejumlah tuntutan terhadap Rumah Sakit Harapan Bunda. (foto - ist)

Jakarta - Dua dokter Rumah Sakit Harapan Bunda Kramatjati Jakarta Timur ditetapkan sebagai tersangka kasus vaksin palsu, oleh penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Dengan demikian, dari 25 orang yang dijadikan tersangka dalam kasus vaksin palsu, lima di antaranya berprofesi sebagai dokter.
 
Sebelumnya, polisi juga telah menetapkan sebanyak 23 orang tersangka terkait vaksin palsu tersebut. Dengan demikian, adanya tambahan dua dokter tersebut menjadikan jumlah tersangka secara keseluruhan menjadi 25 orang.

"Ya, benar ada 25 tersangka vaksin palsu, tambahannya dua orang dokter, yaitu dokter D dan dokter H dari Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2016).

Namun demikian, Martinu tidak dijelaskan lebih rinci peran dari dua dokter yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut. Dalam perkara itu, polisi membagi menjadi empat berkas jaringan tersangka kasus vaksin palsu.

Jaringan tersangka vaksin palsu yang pertama dan sudah dilimpahkan berkasnya pada Jumat pekan lalu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung, di antaranya, RA, H, S, M, Sup, I, dan Ir. Sedangkan berkas jaringan kedua di antaranya, Su, N, R, E, Sy, Dr. I, Dr. H, dan Dr. D. 
 
Sementara untuk berkas yang ketiga itu terdiri atas A, T, Sut, dan Dr Hu. "Hari ini dua berkas kedua dan ketiga diserahkan ke JPU," tegas Martinus. Untuk berkas keempat yang masih belum dilimpahkan ke JPU di antaranya, Syah, In, Se, MF, Dr. A, dan J. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,