Jerman Larang Muslim Pakai Cadar Akibat Maraknya Teror

Jerman Larang Muslim Pakai Cadar Akibat Maraknya Teror

Jerman bakal melarang Muslim menggunakan cadar akibat maraknya teror akhir-akhir ini. (foto - ilustrasi)

Berlin - Pemerintah Jerman bakal memberlakukan larangan penggunaan cadar (burka, niqab) yang dikenakan perempuan Muslim untuk menutupi seluruh wajah mereka. Larangan tersebut merupakan buntut dari sejumlah serangan teror di Jerman, yang diduga memiliki kaitan dengan umat Islam. 
 
Kanselir Jerman, Angela Merkel bahkan dipaksa agar melarang penggunaan cadar oleh jajaran partainya. Bahkan, salah seorang menterinya meminta, agar pemakaian atribut atau pakaian Islam segera dilarang di seluruh Jerman.
 
Sebagaimana dilansir Espress, Senin (1/8/2016) Wakil Menteri Keuangan Jens Spahn dan anggota senior Partai Persatuan Kristen Demokratis telah memprotes, dengan mendeklarasikan anticadar (burkaphobe). "Larangan penggunaan cadar (niqab dan burka) sudah terlambat. Saya tidak ingin melihat cadar di negara ini (Jerman). Dalam hal ini saya burkaphobe," kata  Spahn.
 
Komentar itu muncul  setelah ribuan warga Jerman turun ke jalan karena marah dengan kebijakan imigrasi Kanselir Jerman. Larangan tersebut disampaikan saat mereka melakukan wawancara dengan surat kabar Die Welt.
 
Situasi di Jerman semakin memanas akibat kebijakan imigrasi besar-besaran, lalu lima teror yang berlangsung dalam dua pekan terakhir. Lebih dari satu juta pengungsi datang ke Jerman pada tahun lalu, yang sebagian besar berasal dari Afghanistan, Suriah dan Irak.
 
Sebelunya, sejumlah negara Eropa telah mengumumkan larangan penuh atau parsial terhadap penggunaan cadar, dan Perancis menjadi negara Eropa pertama yang melarang cadar pada 2011. Belgia, Belanda dan sejumlah wilayah di Swiss dan Italia pun, telah mengikuti langkah tersebut. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,