Jual 23 TKI Jadi PSK, Bareskrim Periksa Oknum Imigrasi

Jual 23 TKI Jadi PSK, Bareskrim Periksa Oknum Imigrasi

Jual 23 TKI dijadikan PSK, Bareskrim segera periksa oknum kantor Imigrasi DKI Jakarta. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berencana memeriksa oknum dari Kantor Imigrasi DKI Jakarta, yang diduga terlibat kasus perdagangan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. Sejauh ini Bareskrim Polri mencatat, ada 23 korban yang diiming-imingi menjadi pekerja restoran. Namun, nyatanya sesampai di Malaysia, mereka dijadikan pekerja seks komersial (PSK).
 
"Salah seorang dari korban bisa melarikan diri dengan alasan berobat ke klinik di Kuala Lumpur, kemudian ia ke KBRI. Bersama KBRI Satgas TPPO (tindak pidana perdagangan orang) bekerja sama dengan satgas milik Malaysia, yang dikenal dengan nama D9 (D Nine). Bersama D9 melakukan operasi, lalukorban bisa kita selamatkan," kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri Kombes Surya Umar Fana di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Senin (1/8/2016).
 
Lalu korban pun dikembalikan ke Indonesia untuk kepentingan pembuatan laporan polisi. Dari korban tersebut, Bareskrim Polri berhasil menangkap sepasang suami-istri. "Lewat korban tersebut kita bisa mengamankan dua pelaku suami-istri. Istrinya AR alias V, suami RHW alias R, kemudian kita kembangkan satu pelaku yang membuat dokumen palsu. Modusnya menggunakan paspor hilang yang seharusnya sudah tidak digunakan kerja sama dengan oknum Imigrasi," katanya.
 
"Kita tengah melakukan penyidikan juga untuk Imigrasi-nya seolah orang-orang tersebut (korban) pernah mempunyai paspor, padahal tidak pernah. Jadi dokumen dipalsukan, hanya foto yang masih utuh, yakni foto korban. Satu paspor yang tidak berlaku dan diganti dokumennya ke oknum Imigrasi Rp 800 ribu," tegas Umar.
 
Oleh karena itu, dalam waktu dekat penyidik akan memanggil oknum Kantor Imigrasi DKI Jakarta yang terlibat. "Pekan ini juga kita panggil oknum Imigrasi DKI untuk dilakukan pendalaman. Kalau memang terbukti ada kerja sama di situ, mungkin dari oknum imigrasi bisa berpotensi menjadi tersangkanya," katanya.
 
Sejauh ini Bareskrim Polri sudah menahan tiga tersangka, yakni AR alias V, RHW alias E dan perantara dari suami-istri ke pihak Kantor Imigrasi, yakni SH. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,