Informasi Testimoni Freddy Budiman Beredar lewat Video

Informasi Testimoni Freddy Budiman Beredar lewat Video

Pengakuan Freddy Budiman adanya orang kuat dan uang setor kepada pejabat. (foto - ist)

Jakarta - Selain menceritakan keterlibatan penegakan hukum dalam peredaran narkoba, Freddy Budiman juga kabarnya membuat testimoni lewat rekaman video di ruang isolasi. Video testimoni Freddy itu telah diserahkan kepada petugas Lapas Nusakambangan, sebelum dia dieksekusi.

Berdasarkan informasi, video itu sudah dipegang Kementerian Hukum HAM. Namun Ketua Tim Investigasi Mabes Polri Komjen Dwi Priyatno tidak bersedia memberi penjelasan, tentang kemungkinan adanya testimoni yang dibuat Freddy Budiman dalam bentuk video itu. 

"Kalau ada informasi apapun, tim terbuka untuk menerima informasi apapun. Ada seperti itu (video testimoni Freddy), kita tanyakan di Kememenkumham," katanya, Jumat (12/8/2016). Untuk memastikan ada tidaknya video itu, tim segera melakukan koordinasi dengan Kemenkumham.

Dwi Priyatno menytakan, tim akan sangat terbuka bila ada pihak yang akan memberi informasi terkait kasus Freddy Budiman. Informasi apapun yang dapat membantu penyelidikan tentu akan didalami. "Kita terbuka baik masyarakat atau instansi terkait, itu untuk membantu tim kita," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM Akbar Hadi membenarkan mengenai hal tersebut. Menurutnya, rekaman diambil hanya untuk dokumentasi dan sudah mendapat izin dari Freddy. "Itu hanya video pembinaan terkait dengan perubahan sikap Fredi," katanya.

Menurutnya, video berdurasi kurang lebih 30 menit itu masih disimpan oleh pihak Ditjen PAS. Perekaman juga dilakukan terhadap terpidana lainnya. Hal itu merupakan upaya mempelajari untuk fokus pembinaan.

Seperti diketahui, Koordinator KontraS Haris Azhar adalah yang pertama membongkar testimoni Freddy Budiman. Haris bertemu dengan gembong narkoba itu pada 2014 lalu. Tulisan berjudul 'Cerita Busuk dari Seorang Bandit' dengan cepat beredar di media sosial.

Pengakuan Haris, Freddy bercerita menyawer uang Rp 450 miliar ke BNN dan Rp 90 miliar ke pejabat di Mabes Polri. Bahkan, Freddy pun sempat satu mobil dengan jenderal bintang dua TNI dari Medan ke Jakarta sambil membawa narkoba.

Akibat membeberkan hal itu, Haris dilaporkan Divisi Hukum Polri, TNI dan BNN ke Bareskrim. Ia dianggap melanggar UU ITE Pasal 27 ayat 3, mengingat tulisannya di media sosial dinilai melakukan pencemaran nama baik. Untuk sementara penyelidikan terhadap Haris pun dihentikan. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,