Pemerintah Tak Adil dan Tak Bijak Soal Gloria Natapradja

Pemerintah Tak Adil dan Tak Bijak Soal Gloria Natapradja

Gloria Natapradja Hamel di Sekolah Islam Dian Didaktika Cinere Depok Jawa Barat. (foto - ist)

Jakarta - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Seto Mulyadi menyesalkan sikap pemerintah dalam mengambil keputusan, terkait kasus yang dialami Gloria Natapradja Hamel, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang batal tampil di Istana lantaran diduga memiliki dwi kewarganegaraan.
 
"Ia seakan disudutkan, ia harusnya diapresiasi karena mau mengibarkan bendera pusaka. Ia juga anak Indonesia, apapun juga enggak usah terlalu dikait-kaitkan dengan hal-hal yang sifatnya teknis seperti itu. Yang penting  jiwanya Indonesia. Pemerintah tidak adil, artinya jangan terlalu kaku, ini anak-anak," kata pria yang akrab disapa Kak Seto, Selasa (16/8/2016).
 
Menurutnya, dunia anak-anak harus dilihat dari sudut anak-anak [ula. "Jangan sampai apa yang dialaminya itu justru malah merusak jiwa naionalismenya si anak," katanya.
 
Dengan kejadian itu, Kak Seto khawatir anak itu akan kecewa terhadap Indonesia lalu berbalik tak cinta Tanah Air. Anak itu sudah mau berlatih dan bangga sebagai anak Indonesia, namun malah dibuat seperti ini. "Ini kontra produktif dengan pendidikan karakter yang sedang dikampanyekan bangsa ini,” tegasnya.
 
Ia meminta, semua pihak mesti fleksibel dalam menghadapi anak-anak. "Jangan terlalu kaku apapun juga, apa itu kurikulum, apakah itu undang-undang dan sebagainya,” ungkapnya.
 
Kak Seto pun akan melakukan upaya advokasi terkait yang dialami Gloria. Ia juga akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, untuk menghilangkan efek trauma pada Gloria pascakejadian ini.  
 
Diharapkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atau pihak lainnya untuk melihat psikologi anak itu. "Kami akan coba koordinasi dulu dengan teman dan pihak untuk menemui pemerintah, kenapa ini bisa terjadi. Kami juga akan coba menghubungi orangtua Gloria".
 
Seperti diketahui, Gloria, putri tunggal pasangan Didier Hamel dan Ira Natapradja ini terpilih menjadi anggota Paskibraka dari perwakilan Jawa Barat. Ia terpilih setelah melalui serangkaian seleksi untuk bisa tampil di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2016.
 
Namun kemudian ia dibatalkan untuk ikut tampil di Istana lantaran dianggap bukan warga negara Indonesia. Sang ayah, Didier diketahui berkebangsaan Perancis, sedangkan sang ibu Ira Natapradja adalah warga Indonesia asal Subang, Jawa Barat. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,