Penembak John Lennon Gagal Dapatkan Bebas Bersyarat

Penembak John Lennon Gagal Dapatkan Bebas Bersyarat

Foto terakhir John Lennon bersama Mark David Chapman. (foto - ist)

New York - Untuk kesembilankalinya permohonan Mark David Chapman mendapatkan pembebasan bersyarat ditolak, Senin 29 Agustus waktu setempat. Alhasil, penembak mati John Lennon tersebut harus tetap meringkuk di dalam penjara.
 
Sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa (30/8/2016) penolakan New York State Board of Parole, dewan yang berwenang mengeluarkan pembebasan bersyarat didasarkan atas dua alasan. Pertama, kejahatannya telah direncanakan dan sengaja mengincar selebritas.
 
Dewan menyatakan, pembebasan Chapman juga akan mengurangi keseriusan kejahatan yang dilakukan terpidana. Pada 8 Desember 1980, Mark David Chapman menanti kedatangan John Lennon di apartemen sang bintang di  Manhattan, di mana pendiri The Beatles itu tinggal bersama istrinya, Yoko Ono dan putranya, Sean. 
 
Setelah mendapatkan tanda tangan di kepingan album terbaru Lennon, Chapman menunggu hingga pasangan itu kembali ke apartemen malam itu. Saat melihat Lennon, tiba-tiba  ia menembakkan peluru ke arah penyanyi legendaris itu di luar Dakota Hotel New York.
 
Setelah melakukan perbuatannya, Chapman tetap berada di lokasi kejadian, membaca The Catcher in the Rye karya J. D. Salinger hingga polisi datang dan menangkapnya. Menurutnya, novel itu adalah 'pernyataan sikapnya'. "Aku menemukan kedamaian di dalam Yesus," kata Chapman kepada dewan pembebasan bersyarat pada 2014 lalu.
 
"Aku mengenal-Nya. Dia mencintai dan memaafkanku. Ia membantu hidupku, sesuatu yang tak akan Anda percayai". Mark David Chapman yang kini berusia 61 tahun harus menunggu dua tahun lagi, untuk bisa mengajukan permohonan pembebasan bersyarat. (Jr.)**
.

Categories:Musik,
Tags:,