Jelang Puncak Wukuf Suhu di Arafah 42 Derajat Celcius

Jelang Puncak Wukuf Suhu di Arafah 42 Derajat Celcius

Tenda-tenda jemaah haji dari penjuru dunia menyatu di Padang Arafah saat melaksanakan wukuf. (foto - ist)

Mekah - Cuaca terik di Padang Arafah mulai terasa tempat jutaan jemaah haji seluruh dunia kini berada. Untuk itu, jemaah haji Indonesia yang berada di 52 maktab diminta untuk tetap berada di tenda masing-masing, agar tidak kepanasan dan dehidrasi.
 
Pengumuman agar jemaah haji tetap berada di tenda-tenda disampaikan lewat pengeras suara di maktab-maktab secara berulang-ulang. "Kepada jemaah haji agar tidak berada di luar tenda, karena suhu cuaca mencapai 42 derajat Celcius," demikian pengumuman yang disampaikan oleh Kasubdit Pembinaan Petugas Haji Kementerian Agama, Khoirizy lewat pengeras suara, Minggu (11/9/2016).
 
Suhu udara di padng Arafah dan sekitarnya memang mulai menunjukkan peningkatan. Pagi tadi sekitar pukul 06.00 waktu Arab Saudi, cuaca masih sekitar 29 derajat Celcius. Namun setelah memasuki pukul 10.00, suhu berangsur naik hingga mencapai 42 derajat Celcius.

Meski suhu saat ini tinggi, ternyata masih di bawah perkiraan sebelumnya. Beberapa waktu lalu prakiraan cuaca menyebutkan, cuaca musim haji tahun ini ekstrem lantaran suhu diperkirakan bisa mencapai hingga 55 derajat celcius.

Sementara para jemaah saat ini sudah berada di tenda-tenda di Padang Arafah. Mereka khusyu beribadah. Ada yang membaca Alquran, dzikir, salat serta tak sedikit pula yang istirahat lantaran kecapekan.

Proses wukuf akan dimulai sejak masuknya waktu Dzuhur. Namun demikian, ada sejumlah aktivitas yang akan dilakukan, terutama di tenda misi haji Indonesia. Rangkaian kegiatan wukuf di tenda misi haji baru akan dimulai pada pukul 10.30 waktu Saudim yakni pembacaan talbiyah.

Setelah doa dan talbiyah, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Dubes RI di Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Acara diperkirakan sampai pukul 12.15 waktu Saudi.

Saat puncak wukuf  ditandai dengan mulai tergelincirnya matahari atau waktu dzuhur (ba'da zawal), acara diisi dengan khutbah wukuf yang akan disampaikan oleh naib Amirul Hajj, yang juga Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar. Setelah itu para jemaah akan melaksanakan salat Zuhur dan Ashar jama ta'dim qashar.

Setelah salat Zuhur dan Ashar, maka para jemaah diberikan kesempatan untuk beribadah sendiri-sendiri. Momen ini akan dimanfaatkan untuk memanjatkan doa, zikir dan membaca Al Quran serta introspeksi diri.

Jemaah haji akan mulai diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah setelah Magrib. Selain menginap (mabit), jemaah akan mengambil batu di Muzdalifah untuk melakukan lontar jumrah di Jamarat. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,