Setelah Jalankan Wukuf Jemaah Mulai Bergerak ke Jamarat

Setelah Jalankan Wukuf Jemaah Mulai Bergerak ke Jamarat

Setelah Jalankan Wukuf Jemaah Mulai Bergerak ke Jamarat. (foto - ist)

Mekah - Jemaah haji dari seluruh dunia mulai bergerak ke tempat melempar jumrah di Mina Mekah. Akibatnya kawasan Mina macet parah, baik dari arah Mina atau pun menuju Mina. Mobil-mobil pribadi dan bus pengangkut jemaah haji pun memadati jalan-jalan di sepanjangn ruas dari dan menuju ke Mina.
 
Mulai dari depan terowongan Malik Fahad, akses menuju Mina mengalami kemacetan hingga mengakibatkan mobil tidak bergerak. Hal itu diperparah dengan banyaknya jemaah haji yang jalan kaki, baik yang berjalan menuju Mina atau setelah pulang dari melontar jumrah.

Jemaah haji Indonesia, atau pun petugas haji Indonesia yang baru melaksanakan tawaf Ifadah setelah melaksanakan mabit di Muzdalifah dan wukuf di Arafah, juga banyak yang mengalami kesulitan saat hendak pulang ke hotel atau pemondokan. Untuk berjalan kaki jaraknya cuku jauh, sedangkan kalau naik taksi macet serta ongkosnya menggila.
 
Taksi dari Masjidil Haram ke kantor Daker Mekah misalnya, para sopir mematok harga 100 Riyal untuk satu orang. dengan menupang sebanyak orang, sang sopir menawarkan ongkos 400 Riyal atau setara dengan Rp 1,4 juta. Namun harga yang diberikan para sopir taksi juga tak jauh berbeda  berkisar 100-300 Riyal, untuk jarak yang tidak terlalu jauh. Sementara pada hari-hari biasa hanya 20-30 Riyal. 
 
Sejauh ini, pemerintah Saudi sudah mengatur ada jam-jam tertentu di mana jemaah haji Indonesia dilarang untuk melakukan lontar jumrah. Pada tanggal 10 Dzulhijah atau 12 September misalnya, para jemaah dilarang melontar antara pukul 06.00 sampai 10.30 waktu Arab Saudi. Sedangkan pada tanggal 11 Dzulhijah atau 13 September, para jemaah dilarang melontar pukul 14.00 sampai 18.00.

Tanggal 12 Dzulhijah atau 14 September, para jemaah dilarang melontar pukul 10.30 sampai pukul 14.00 WAS. Ini adalah skenario untuk para jemaah yang mengambil nafar awal. Khusus jemaah  kloter awal memang diwajibkan untuk mengambil nafar awal, karena untuk mempercepat persiapan pemulangan. Sekadar diketahui, waktu pemulangan jemaah awal akan berlangsung mulai tanggal 17 September, artinya hanya berselang dua-tiga hari setelah puncak haji.
 
Meski demikian, banyak jemaah haji Indonesia yang sudah melakukan lempar jumrah tidak sesuai dengan jadwal. Sejak Senin pagi sudah banyak yang melakukan lempar jumrah. Padahal di jam-jam itu sedang banyak-banyaknya jemaah haji dari negara lain yang juga melakukan lempar jumrah. Akibatnya, banyak jemaah haji yang tersesat dan saat ini ditampung di Kantor Urusan Haji Indonesia di Mekah.

Mulai Senin ini, jemaah haji Indonesia dan seluruh dunia bergerak ke Mina untuk melontar jumrah. Untuk tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijah melontar ketiga Jumroh masing-masing dengan 7 batu kerikil dan harus masuk ke dalam lubang Marwa. Jika lontaran mengenai tugunya dan kerikil melesat melewati bibir sumur, maka lontaran dianggap tidak sah dah wajib diulang. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,