Ahli IT Sinyalir Ada Pemodifikasian Ilegal CCTV Olivier

Ahli IT Sinyalir Ada Pemodifikasian Ilegal CCTV Olivier

Sidang ke-21 kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin menghadirkan ahli IT Rismon Hasiholan Sianipar. (foto - ist)

Jakarta - Ahli IT Rismon Hasiholan Sianipar dihadirkan dalam sidang ke-21 kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Dalam keterangannya, penasihat hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso itu mengungkap adanya dugaan pemodifikasian ilegal terhadap CCTV Cafe Olivier.

"Terdapat indikasi dilakukannya tempering terhadap CCTV (Cafe Olivier). Tempering adalah kegiatan pemodifikasian ilegal yang ditujukan untuk tujuan-tujuan tidak baik," kata Rismon di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).

Menurutnya, tempering bisa dilakukan dengan cara mencerahkan satu atau lebih intensitas piksel untuk memberikan efek pergerakan pada video. Piksel-piksel yang dicerahkan secara manual akan memiliki sebaran intensitas yang hampir seragam.

"Tekstur atau pola objek tidak lagi sama dengan tekstur objek serupa yang inheren di dalam video," katanya. Selain itu, tempering juga bisa dilakukan dengan mengubah laju frame dan menyisipkan frame lain, untuk menciptakan efek perulangan objek.

"Salah satu indikasi tempering tersebut (dalam CCTV Cafe Olivier), yakni adanya ketidakproporsionalan anggota tubuh, bagian telunjuk menjadi lebih panjang," tegas Rismon.

Seperti diketahui, Wayan Mirna Salihin tewas usai menyeruput es kopi Vietnam mengandung sianida di Cafe Olivier Grand Indonesia Jakarta Pusat pada 6 Januari 2016. Teman Mirna, Jessica Wongso kini menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,