Bogor Kota Lalu Lintas Terburuk Kedua di Dunia versi Waze

Bogor Kota Lalu Lintas Terburuk Kedua di Dunia versi Waze

Suasana jalanan di Kota Bogor yang ditandai lalu lintas macet akibat ulah pedagang kaki lima (PKL) yang memadati ruas jalan hingga kondisinya semkin semrawut. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Keteduhan Kota Bogor yang banyak ditumbuhi pohon besar di tengah kota, ternyata kondisi itu tidak selamanya menjadikan warganya merasa nyaman. Pasalnya, Bogor kembali mendapat rapor merah dalam hal penataan transportasi.

Aplikasi lalu lintas Waze belum lama ini merilis survei, yang menyatakan Bogor masuk lima kota dengan pengalaman berkendara terburuk di dunia. Bogor berada di urutan kedua dengan poin 2,15.

Sementara posisi pertama adalah Kota Cebu, Filipina dengan poin 1,15, dan di urutan ketiga dengan poin 2,85 ada Kota San Salvador, Salvador. Peringkat keempat dan kelima ditempati Denpasar Bali dengan poin 2,89 di urutan keempat, serta Bandung di urutan kelima dengan poin 3,00.

Survei itu dilakukan jutaan pengguna aktif aplikasi Waze dari 38 negara and 235 daerah perkotaan. Survei dilakukan dengan memberikan penilaian dengan nilai 10 (kepuasan) hingga poin 1 (ketidakpuasan).

Selain penilaian, ada enam indikator pada indeks kepuasaan pengemudi dalam aplikasi Waze. Yakni  tingkat frekuensi kemacetan lalu lintas, kualitas infrastruktur jalan, keselamatan pengemudi (kecelakaan, jalan rawan kecelakaan dan cuaca), pelayanan pengemudi seperti akses mudah ke SPBU dan parkir, sosial ekonomi dan Wazeyness atau tingkat pertolongan dan kebahagiaan komunitas Waze.

Survei Waze itu sepertinya tidak berbeda dengan apa yang pernah dirilis oleh Kementerian Perhubungan tahun 2014 lalu. Kemenhub menempatkan Bogor sebagai kota termacet di Indonesia. Bogor bertengger di urutan pertama dari 10 kota di Indonesia, yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,