4 Mobil Mewah Diselundupkan dari Singapura ke Batam

4 Mobil Mewah Diselundupkan dari Singapura ke Batam

Empat mobil mewah coba diselundupkan dari Singapura ke Pulau Batam. (foto - ist)

Batuampar - Tim Patroli Sea Rider KP Bisma 8001 Baharkam Polri mengamankan sebuah kapal berisi empat mobil mewah, yang akan diselundupkan dari Singapura ke Pulau Batam melalui wilayah Sagulung.

"Pada awalnya ada informasi ada kapal yang diduga membawa barang ilegal menuju Batam. Selanjutnya, tim Sea Rider KP Bisma 8001 melakukan patroli dan melihat kapal tersebut," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian di Pelabuhan Batuampar Batam, Minggu (18/9/2016).

Keempat mobil mewah tersebut adalah Mini Coper warna silver nomor rangka WMWR32070TE84119 dengan nomor mesin D4190743. Sedan Mercedes Benz warna hitam dengan nomor rangka WDB1714542F148010 nomor mesin 27294230487160.

Selanjutnya Honda Odyssey warna abu-abu nomor rangka JHMRB18507C200403 nomor mesin K24A64000403, serta Honda Civic sedan nomor rangka JHMFD16306S211765 nomor mesin R18A11039244.

Keempat mobil tersebut dibawa dari Singapura menuju Batam dengan menumpangi KM Sea Master Three GT 32, untuk selanjutnya akan diselundupkan ke Batam melalui sebuah pelabuhan tidak resmi di Sagulung, Batam. "Setelah dipastikan, kapal  tersebut langsung diamankan oleh petugas bersama nahkoda yang membawa kapal tersebut, ZK bin M Yusuf," katanya, seperti dilansir Antara.

Ketika diperiksa, ZK tidak bisa menunjukkan surat perintah pelayaran dan tidak ada dokumen atas mobil bekas dari Singapura yang dibawa tersebut. "Untuk selanjutnya kapal dibawa ke Batuampar untuk pemeriksaan lebih lanjut. ZK mengaku untuk setiap unit mobil tersebut diberikan upah Rp  5 juta," kata Sam.

Sejauh ini, belum diketahui pemilik dari mobil-mobil mewah tersebut. Pelaku dikenakan Pasal 219 ayat 1 Jo pasal 232 ayat 1 UU RI No.17 tahun 2008, tentang pelayaran dengan ancaman pidana paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp  600 juta.

Selanjutnya dikenakan Pasal 102 huruf a UU RI No.17 tahun 2006 tentang perubahaan atas UU No.10 tahun 1995, tentang Kepabeanan dengan ancaman pencara 1-10 tahun dan denda Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar.  "Kami masih terus mendalami kasus itu dengan mengejar pelaku lainnya," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,