Banjir Bandang Garut Sudah Telan Korban Jiwa 18 Orang

Banjir Bandang Garut Sudah Telan Korban Jiwa 18 Orang

Sejumlah wilayah di Kabupaten Garut dilanda banjir bandang parah akibat meluapnya Sungai Cimanuk. (foto - ist)

Garut - Sedikitnya sudah 18 warga Garut khususnya di Desa Mekar Jaya Kecamatan Tarogong Kidul dinyatakan meninggal, menyusul banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten itu akibat hujan deras yang mengguyur hingga Sungai Cimanuk meluap.

"Tadi pagi ditemukan empat jenazah yang belum teridentifikasi. Sejauh ini, sudah 18 korban yang sudah ditemukan, jumlah itu masih bisa bertambah," kata koordinator pengurusan jenazah di RS TNI Guntur Garut, Lettu Inf Bambang Supriyanto di Garut, Rabu Rabu (21/9/2016).

Rumah Sakit TNI Guntur Garut saat ini memang menjadi satu-satunya RS yang menangani seluruh korban bencana banjir bandang Garut. Di lokasi ini, selain pengurusan para jenazah juga menangani empat orang luka berat, 30 orang luka ringan serta ratusan orang yang mengungsi. "Pengungsi disediakan tempat di aula Markas Korem 062 Tarumanegara," katanya.

Sebelumnya, Kasi Kesiapsiagaan BPBD Garut Tb Agus Sofyan menyatakan, hingga tadi pagi malam ke-19 korban tersebut dinyatakan masih hilang. informasi itu diperoleh ketika tim SAR gabungan menyisir kondisi desa yang terletak di bantaran Sungai Cimanuk. Selain 18 warga hilang, lima warga desa yang merupakan penghuni panti wreda juga meninggal dunia.

Kelima korban yang keseluruhannya manula tidak sempat menyelamatkan diri dari rerjangan air bah, yang tiba-tiba menerjang desa. "Kelima korban itu terdiri atas tiga ibu-ibu dan dua bapak-bapak. Identitasnya masih belum diketahui," katanya.

Warga yang selamat kini diungsikan ke Makorem setempat di Lapang Paris. Disebutkan, sekitar 60 kepala keluarga (KK) terpalksa mengungsi ke lokasi penampungan dan kini memerlukan sejumlah bantuan. Antara lain air mineral, air bersih, makanan siap saji, alat kebersihan, pakaian bersih layak pakai, pembalut ibu-ibu dan alat-alat bayi.

Disebutkan, banjir bandang kali ini disebut terparah dalam 50 tahun terakhir ini. Sejauh ini, ketinggian genangan air masih mencapai 80 cm atau di atas rata-rata. Tim SAR yang terjun dalam upaya pencarian pun harus ekstra hati-hati, karena kondisi alam masih belum benar-benar aman. 

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Badan SAR Nasional Jawa Barat menyebutkan, ke-18 orang warga yang dilaporkan hilang. "Limabelas orang dari Lapangan Paris, dua orang di Leuwi Daun, satu orang Cimacan," kata Koordinator Humas dan Protokoler Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor.

Selain korban hilang, terdapat beberapa daerah yang terdampak serius akibat luapan banjir bandang sungai Cimanuk dan Cikamuning itu. "Daerah yang terdampak itu ada tujuh titik, Kecamatan Bayongbong, Garut Kota, Banyuresmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karangpawitan dan Samarang," ujar Joshua. (Jr.)**

Nama korban meninggal yang sudah terindentifikasi:

1. Nawawi (65)
2. Iis (35)
3. Irsyad (8)
4. Ahmad (2,5)
5. Rehal (4 bulan)
6. Deni (23)
7. Siti (28)
8. Santi (38)
9. Refika (7)
10. Sari (75)
11. Jana (35)
12. Nunung (75)
13. Lilis
14. Deni

.

Categories:Daerah,
Tags:,