Reza Tak Menampik Ada Ritual Seks di Padepokan Gatot

Reza Tak Menampik Ada Ritual Seks di Padepokan Gatot

Padepokan Gatot Brajamusti di Sukabumi yang dijadikan tempat Ritual Seks. (foto - Youtube)

Jakarta - Sejumlah korban terkait dugaan pemerkosaan dan pencabulan Gatot Brajamusti tak bisa mengelak, adanya ritual seks di padepokan Gatot. Bahkan, sebelum sebelum melaksanakan ritual seks para korban terlebih dahulu dicekoki aspat yang merupakan sabu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara kepada penyidik Polda Metro Jaya, Reza Artamevia pun tak bisa menampik atas aksi tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono membenarkan adanya ritual itu.

"Kami sudah dapatkan saksi-saksi baru. Yang disangkakan terhadap pelapor memang benar. Reza mengaku menyaksikan (ritual seks) itu. Berdasarkan fakta hukum dan saksi-saksi, nyatanya aksi itu memang benar adanya. Asistennya saja pernah ngintip," kata Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/9/2016).

Menurut Awi, bahkan mantan istri Adji Massaid itu mengaku pernah menyaksikan Gatot mencekoki aspat ke mulut gadis-gadis itu. Namun kepada Reza, polisi masih melakukan pendalaman. Sebab, meski menyaksikan perbuatan bejat guru spiritualnya, bisa saja Reza juga menjadi korban Gatot.

"Reza mengaku pernah mengetahui. Termasuk pernah melihat mencekoki dengan aspat yang notabene sabu. Namun, kita lihat apa Reza juga termasuk korban atau bukan," tegas Awi. Pihaknya masih mendalami mengenai ada beberapa korban yang belum melaporkan kasus pemerkosaan itu.

"Kami akan dalami terus sampai kasus ini tuntas. Kami akan konstruksikan kasus tersebut. Para korban ini akan kami jadikan saksi mahkota. Korban sementara baru tiga orang yang lapor," ungkapnya.

Sementara itu,  mengenai kasus senjata api (senpi), polisi masih akan terus menyelidiki kasus tersebut. Dari kasus itu, penyidik lebih fokus tentang legalitas senjata api tersebut.

"Intinya proses penyidikan tidak masalah, sudah cukup bukti tinggal kita cari tahu dari mana asal senjata api tersebut. Kami tidak mengejar apa senpi itu digunakan di film atau tidak. Yang kami kejar tentang ilegal atau tidaknya senpi itu". (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,