Kebakaran Kantor BPPT Kota Bekasi dari Korsleting Listrik

Kebakaran Kantor BPPT Kota Bekasi dari Korsleting Listrik

Kkantor BPPT Kota Bekasi di Jalan Juanda ludes terbakar, Selasa (27/9/2016) pagi sekitar pukul 08.15 WIB. (foto - ist)

Bekasi - Kebakaran yang melanda kantor BPPT di Jalan Juanda Bekasi Timur, Selasa (27/9/2016) pagi sekitar pukul 08.15 WIB diduga berasal dari korsleting listrik. Namun, untuk memastikannya, pihak pemerintah Kota Bekasi menyerahkan sepenuhnya kasus itu keada Polresta Bekasi Kota.

Menurut Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, dugaan itu mengacu pada penyebab kebakaran kantor Sekda di Plasa Pemkot Bekasi Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan pada April 2015 lalu.

Pihak Pusat Laboratorium Forensik Polri menyimpulkan adanya korsleting listrik dalam kebakaran di kantornya itu. "Ada korsleting listrik pada stop kontak, kemudian meleleh lalu menjalar ke bawah dan membakar seluruh ruangan," kata Rayendra, Selasa (27/9/2016).

Ia mengatakan, korsleting listrik terjadi karena instalasi listrik pada bangunan lama didesain menyesuaikan kebutuhan saat itu. Kantor pemerintahan tak banyak menggunakan perlengkapan elektronik. "Kini beban kebutuhan listrik cukup banyak. Kita ketahui semua perkantoran ada banyak komputer, pendingin ruangan, sehingga banyak instalasi listrik ditambahkan," katanya.

Berbeda dengan bangunan baru saat ini. Kebutuhan instalasi listrik dibuat menyesuaikan, sehingga lebih tertata rapih agar terhindar dari korsleting listrik. Oleh karena itu, pada sejumlah bangunan lama ia meminta agar penggunaan instalasi listrik lebih rapi dan tertata, sehingga terhindar dari korsleting listrik.

Seperti diketahui, kantor BPPT Kota Bekasi di Jalan Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, ludes terbakar. Api pertama kali muncul di bagian arsip tempat penyimpanan berkas, lalu menjalar ke lantai dua dan tiga.

Api baru padam tiga jam kemudian, dengan mengahkan 10 armada pemadam kebakaran. Akibat kejadian itu, ratusan ribu dokumen berbagai perizinan ludes terbakar. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,