Kota Bandung Tertinggi Indikasi Pungli Sektor Pertanahan

Kota Bandung Tertinggi Indikasi Pungli Sektor Pertanahan

Sektor pertanahan di Jabar paling rawan pungli menyebabkan biaya pengurusan sertifikat tanah pun bervariasi. (foto - ilustrasi)

Bandung - Kota Bandung menjadi daerah paling banyak dilaporkan terkait indikasi adanya pungutan liar (pungli) di bidang pelayanan sektor pertanahan se-Jawa Barat. Pada periode tahun 2016 saja, sedikitnya ada 19 laporan yang masuk dari Kota Bandung.

"Tertinggi Kota Bandung dalam jumlah laporan yang masuk. Setelah itu baru Kabupaten Bandung, itu karena akses," kata Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Haneda Tri Lastoto di kantor Ombudsman Jawa Barat Jalan Kebonwaru Utara Kota Bandung, Senin (17/10/2016).

Menurut Haneda, dalam periode 2016 laporan indikasi adanya pungli pada pelayanan pertanahan berada dalam rangking dua. Sementara posisi pertama adalah laporan indikasi terkait pungli di sektor pendidikan, mencapai 24 laporan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laporan, lanjut Haneda indikasi pungli di sektor pertanahan sangat menguntungkan para oknum, hingga bisa meraup untung cukup besar. "Satu kursi saja di Kota Bandung itu bisa mencapai nilai Rp 35 juta per kebutuhan," katanya.

Ia mengatakan, sektor pertanahan memang termasuk pelayanan yang sangat rawan terhadap menggeliatnya praktik pungli. Bahkan, selalu masuk lima besar laporan masyarakat se-Jawa Barat.

"Pertanahan paling rawan dan tersebar di seluruh Jawa Barat per Kota dan Kabupaten, per Dinas sampai tingkat Kelurahan dan Kecamatan. Putaran pungli yang dikeluarkan masyarakat yang ditarik oleh para oknum tersebut jumlahnya sangat besar," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,