Tersandung Suap dan Gratifikasi Walikota Madiun Jadi Tersangka

Tersandung Suap dan Gratifikasi Walikota Madiun Jadi Tersangka

Walikota Madiun, Bambang Irianto. (foto - ist)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Walikota Madiun, Bambang Irianto sebagai tersangka dugaan korupsi, dalam pembangunan Pasar Besar di Madiun tahun 2009 hingga tahun 2012. Penetapan itu berdasarkan gelar perkara yang dilakukan KPK, merujuk koordinasi supervisi dengan Kejaksaan.

"Menetapkan BI (Bambang Irianto) selaku Walikota Madiun sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif di kantor KPK Jakarta Selatan, Senin (17/10/2016).

Menurut Laode, selain itu Bambang juga dijerat karena menerima gratifikasi. Padahal patut diduga itu diberikan berkaitan dengan jabatan atau kewenangan sebagai Walikota Madiun periode 2009-2014. 

"Atas perbuatan BI disangkakan Pasal 12 huruf i atau pasal 12 b atau Pasal 11 Undang-Undang 31 Tahun 1999 , tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana diubah UU Tahun 21 Tahun 2001," katanya. 

Untuk itu, penyidik juga melakukan serangkaian penggeledahan di sejumlah tempat. Pertama, penggeledahan dilakukan di Kantor Lince Romauli Raya Jakarta, kemudian di kantor Walikota Madiun, rumah Dinas Walikota Madiun, rumah anak Bambang Irianto dan di kantor PT Cayaha Terang milik Bambang Irianto. 

"Dari sejumlah penggeledahan yang dilakukan, KPK menyita beberapa dokumen dan alat elektronik," kata Laode.  (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,