Satu Juta Lebih Muslim Amerika Terdaftar dalam Pilpres

Satu Juta Lebih Muslim Amerika Terdaftar dalam Pilpres

Muslim Amerika mulai mendaftar untuk menyukseskan pemilihan presiden 8 November 2016 nanti. (foto - Reuters)

Washington - Satu juta lebih Muslim-Amerika dinyatakan sudah terdaftar, untuk turut memilih dan menyukseskan pemilihan presiden tanggal 8 November mendatang.
 
Berdasarkan laporan advokasi Muslim AS, jumlah itu merupakan rekor, yang membuat masyarakat Muslim-Amerika mempunyai posisi tawar yang kuat, untuk mempengaruhi hasil pemilihan presiden kali ini. Khususnya di sejumlah negara bagian, yang besar jumlah penduduk Muslimnya dalam persaingan yang semakin ketat.
 
Council of Muslim Organizations, induk sekitar 24 kelompok advokasi Muslim menjelaskan, kampanye setahun berjudul  "One Million Voters" telah melampaui sasarannya. Jumlah itu meningkat lebih dari dua kali jumlah Muslim yang berhak memilih, sejak pemilihan presiden pada 2012.
 
"Kami berpendapat sudah mencapai lebih dari satu juta pemilih," kata Oussama Jammal, sekretaris jenderal organisasi. "Kami memobilisasi masyarakat Muslim untuk mendaftar di masjid, sekolah dan pada tiap acara sosial. Begitulah caranya kami dapat membuat kemajuan besar tahun ini".
 
Kampanye mengumpulkan satu juta Muslim untuk turut memberi suara dalam pemilihan presiden Desember, ketika calon Partai Republik Donald Trump berseru ‘akan mencegah sepenuhnya imigrasi Muslim ke Amerika’. Ucapan Trump itu menimbulkan gemetar dan takut di sebagian besar masyarakat Muslim imigran di negeri ini.
 
Masyarakat Muslim Amerika yang umumnya berasal dari negara-negara Arab dan Asia Selatan, biasanya memberi suara dalam jumlah kecil dan jarang sebagai satu kekuatan tunggal.
 
Menurut Pew Research, dewasa ini terdapat 3,3 juta Muslim di Amerika atau sekitar satu persen dari jumlah penduduk. Kurang lebih 1,5 juta berhak memilih. Tadinya mereka condong mendukung calon Partai Republik, misalnya tahun 2000 yang memilih George W Bush. 
 
Namun demikian, sejak tahun 2003 mereka bergeser condong ke Partai Demokrat, karena invasi Amerika ke Iraq. Selain itu, meningkatnya Islamophobia dan kebijakan, yang oleh Muslim dipandang terkait dengan Partai Republik. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,