Proyek Jembatan Senilai Rp 40 Miliar di Mojokerto Ambruk

Proyek Jembatan Senilai Rp 40 Miliar di Mojokerto Ambruk

Proyek jembatan Pulorejo-Blooto (Rejoto) di Kecamatan Prajuritkulon di Mojokerto Jawa Timur senilai Rp 40 miliar ambruk. (foto - ist)

Mojokerto - Proyek jembatan Pulorejo-Blooto (Rejoto) di Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto Jawa Timur ambruk, Jumat (11/11/2016). Padahal, proyek  multiyears senilai Rp 40 miliar yang dikerjakan PT Brahma Kerta selaku pemenang tender itu baru setengah jalan dikerjakan.

Sebanyak enam buah balok grinder terbuat dari beton cor sepanjang 50 meter masih tampak berserakan, di lokasi pembangunan proyek yang dimenangkan PT Brahma Kerta itu. Bahkan, beberapa di antaranya terlihat masuk ke dalam Sungai Ngotok Ring Kanal yang merupakan anak Sungai Brantas.

Menurut warga sekitar, peristiwa ambruknya balok grinder jembatan terjadi sekitar pukul 08.50 WIB, saat petugas proyek hendak memasang balok grinder ke-6 di bagian tengah jembatan dengan menggunakan alat berat. Namun, mendadak balok itu oleng dan terguling, sehingga ambruk menimpa balok lainnya yang sudah terpasang.

"Tidak tahu bagaimana awalnya. Tadi mendadak balok yang panjang di atas sungai ambruk karena tertimpa balok yang akan dipasang," ungkap Hengky salah seorang warga kepada awak media, Jumat (11/11/2016).

Sementara itu, Sholeh, petugas PT Wijaya Karya (Wika) selaku penanggung jawab pemasangan balok grinder mengatakan, insiden ambruknya balok beton itu terjadi sekira pukul 08.55 WIB. Saat itu, para pekerja hendak melanjutkan pemasangan balok grinder ke-6 di bentang tengah jembatan.

"Pekerja mulai memasang dongkrak pada ujung balok bagian utara sekitar pukul 08.00 WIB. Sedangkan ujung balok bagian selatan, masih tergantung pada rantai. Rencananya balok ke-6 itu akan kita tempatkan pada tumpuannya. Sedangkan lima balok yang lainnya sudah terpasang," katanya.

Namun, sekitar pukul 08.55 WIB, bagian tengah balok mendadak goyang dan terbalik ke bagian samping kanan serta menimpa grinder lain yang sudah terpasang sebelumnya. Hingga membuat lima balok tersebut ikut terguling. "Jadi mirip seperti efek domino. Enam balok itu semuanya tercebur ke sungai dan membuat bagian tulangnya retak hingga tidak bisa digunakan. Oleh karena itu, akan kita ganti semuanya," katanya.

Dalam kejadian itu beruntung tidak ada korban jiwa. Petugas pun tampak menutup ujung-ujung balok grinder yang tercebur ke sungai. Sedangkan, pengerjaan proyek itu sendiri untuk sementara dihentikan, sambil mengevakuasi balok yang tercebur ke sungai.

"Sebenarnya pengerjaannya sudah 80 persen. Jadi, pemasangan grinder tinggal dua untuk bentang tengah. Karena dalam satu bentang, terdapat tujuh balok grinder," tegasnya.

Sejauh ini, Sholeh mengaku belum mengetahui penyebab ambruknya balok sepanjang 50 meter, dan membuat lima balok lainnya ikut ambruk. Pihaknya juga tidak bisa memastikan, apakah hal itu terjadi karena kesalahan teknis pemasangan atau adanya faktor lain.

"Kita belum tahu dan belum bisa menyimpulkan apa penyebabnya. Hanya saja petugas yang memasang balok mengatakan, kalau ujung grinder oleng dan jatuh menimpa grinder yang sudah terpasang," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,