Kejaksaan Agung Nyatakan Alasan Ahok Tidak Ditahan

Kejaksaan Agung Nyatakan Alasan Ahok Tidak Ditahan

Ahok tiba di Kantor Kejaksaan Agung Jakarta Kamis (1/12/2016) sekitar pukul 09.57 WIB.

Jakarta - Pelimpahan berkas perkara tahap dua kasus  Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tersangka kasus dugaan penistaan agama dan barang bukti, telah diserahkan Bareskrim Mabes Polri kepada Jaksa Agung Muda (JAM) Pidana Umum Kejaksaan Agung (Kejagung). 

Ahok tiba di Kantor Kejagung Jakarta Kamis (1/12/2016) sekitar pukul 09.57 WIB. Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu tiba bersama penyidik Bareskrim Polri, yang dipimpin langsung Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Pol Agus Andrianto. Namun, Ahok tidak ditahan Kejagung. 

Kepala Pusat Penerangan Umum (Kapuspenkum) Kejagung Muhammad Rum, menyampaikan alasan mantan Bupati Belitung Timur itu tidak ditahan. "Memang terhadap tersangka Ahok tidak dilakukan penahanan," katanya.

Pertama, Kejagung memiliki SOP, jika penyidik (Bareskrim Polri) tidak menahan Ahok, maka pihak jaksa pun akan melakukan hal yang sama.  "Sebab penyidik sudah melakukan pencekalan, berlaku sesuai SOP di kita apabila penyidk tak tahan, kita juga tidak".

Kedua, tim peneliti yang berjumlah 13 jaksa itu menilai penahanan Ahok bukan merupakan sebuah keharusan. Pendapat tim peneliti menyatakan, tidak dilakukan penahanan. Ketiga, Ahok sebagai tersangka sangat kooperatif menjalani proses hukum. 

Keempat, materi dakwaan Ahok akan disusun secara alternatif. "Pertama Pasal 156a dan Pasal 156 atau sebaliknya. Dakwaan secara alternatif kita tidak tahu mana yang terpenting. Dakwaan ini disusun secara alternatif 156 yang ancaman 4 tahun atau 156a yang ancamannya 5 tahun," katanya.

Menurutn Rum, pihaknya sejak awal mendengar respons yang disampaikan masyarakat. Bahkan, sejak Kejaksaan menerima Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) dari Polri, pihaknya membentuk tim yang memberikan supervisi terhadap kasus itu. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,