Jelang Prosesi Pemakaman Abu Fidel Castro Diarak 3 Hari

Jelang Prosesi Pemakaman Abu Fidel Castro Diarak 3 Hari

Ribuan warga kuba berjejer di pinggir jalan menyambut kendaraan militer yang mengangkut abu Fidel Castro di Santiago de Cuba. (foto - Reuters)

Havana - Pemerintah Kuba memulai prosesi pemindahan abu jenazah Fidel Castro dari Havana ke tempat peristirahatan terakhirnya di Santiago, yang merupakan tempat lahirnya Revolusi Kuba tahun 1959 lalu, Rabu waktu setempat.

Dilaporkan Reuters, Kamis (1/12/2016) prosesi itu memakan waktu tiga hari karena abu jenazah akan menempuh perjalanan sepanjang 999 km. Santiago ditetapkan sebagai tempat terakhir Fidel Castro beristirahat selamanya. Kota itu sangat bersejarah sebagai tempat lahirnya Revolusi Kuba, yang dipimpin tokoh revolusioner yang diidolakan banyak pemimpin Afrika dan Asia itu.

Sebelum prosesi dimulai, ratusan ribu warga Kuba dan sejumlah pemimpin negara sempat berkumpul di Alun-alun Revolusi Havana, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ”Sang Komandan”.

"Beliau telah memenuhi misinya di bumi ini. Hidupnya sangat mencerahkan banyak orang," kata Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang selama ini sangat mengagumi Hugo Chavez dan Fidel Castro. Usai prosesi pemindahan, proses pemakaman di Santiago pun akan dilakukan pada 4 Desember 2016 mendatang.

Fidel Castro yang bertahan sendirian dari serangan AS dan tindakan pengucilan lainnya, membuat sosoknya sangat dipuja di banyak negara miskin di Amerika Latin, Asia, Afrika dan Arab. Bahkan, pemimpin Libya Muammar Qaddafi punya hubungan sangat dekat dan menganggap Kuba sebagai sekutu.

Semasa berkuasa, Fidel Castro mengadopsi model pembangunan ala Marx dan Lenin, yang membuat semua warga menerima pelayanan yang sama. Tak ada kaya dan miskin. Sistem pendidikan dan kesehatan di Kuba dipuji banyak negara, karena berhasil membuat layanan itu gratis. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,