Diduga Lakukan Pungli, Jaksa Senior di Bandung Ditangkap

Diduga Lakukan Pungli, Jaksa Senior di Bandung Ditangkap

Kepala Kejasaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat Setia Untung Arimuladi. (foto - ist)

Bandung - Seorang jaksa ditangkap Tim Kejaksaanb Tinggi Jawa Barat (Kejadi Jabar), yang diduga melakukan pemerasan atau praktik pungutan liar (pungi) di Kota Bandung. Jaksa berinisial AP itu diduga menakuti-nakuti seseorang, yang berpotensi memeras atau meminta sejumlah uang.
 
"Dari informasi masyarakat lewat Call Center ‎Kejati Jawa Barat, seorang jaksa senior berinisial AP diamankan terkait dugaan tindakan pemerasan," kata Kepala Kejasaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat Setia Untung Arimuladi di kantornya di Bandung, Kamis (1/12/2016).
 
Menurut Untung, berdasarkan informasi tersebut pihaknya langsung memerintahkan Asisten Pengawasan dan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Intel Kejati Jabar, untuk mengecek kebenaran laporan tersebut di lapangan.

Tim Kejati Jabar pun langsung meluncur ke lokasi, sore tadi sekitar pukul 14.30 WIB. Di sebuah kafe di Jalan RE Martadinata (Riau), tim menemukan mobil yang diduga digunakan jaksa tersebut. "Tim melihat mobil oknum jaksa itu dan diikuti hingga masuk ke Kejati. Mereka diamankan tim kami," katanya.

Kejati Jabar sendiri, katanya masih mendalami kasus tersebut. Terutama memeriksa kebenaran dugaan pemerasan terkait laporan dari masyarakat tersebut. Semua sesuai dengan kode etik Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010, tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

"Apabila informasi dari masyarakat itu betul dan ditemukan bukti dan faktanya, maka kepadanya akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Kita masih periksa yang bersangkutan," tegas Untung.

‎Ia menyebutkan, AP merupakan jaksa fungsional sekaligus jaksa senior dan tidak lagi menangani kasus. Apabila terbukti melakukan pemerasan, ia akan menindak tegas. 
 
Ia mengimbau, jika ada yang menakut-nakuti dan mengatasnamakan jaksa, silakan melapor melalui call center.  "Kita ini ingin tertibkan hal-hal yang dapat merusak aparat penegak hukum," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,