Google Earth Rilis Perubahan Iklim Bumi dalam 32 Tahun

Google Earth Rilis Perubahan Iklim Bumi dalam 32 Tahun

Begitu cepatnya Bumi mengalami perubahan iklim. (foto - ilustrasi)

Mountain View - Tahun 2013 lalu Google merilis fitur video Timelapse di Google Earth, dengan menampilkan bagaimana perubahan Bumi dari waktu ke waktu yang diambil dari satelit luar angkasa. Kini, raksasa mesin pencarian tersebut merilis video Timelapse terbaru.
 
Seperti dikutip dari Mashable, baru-baru ini video Timelapse itu memperlihatkan bagaimana iklim dan seputar Bumi berubah selama 32 tahun. Google juga memanfaatkan data yang diambil satelit luar angkasa, untuk mengumpulkan rangkaian gambar dari berbagai belahan Bumi.
 
Tak hanya kota-kota besar seperti San Francisco, Beijing, Bangkok, Berlin dan yang lainnya, video Timelapse itu juga menunjukkan perubahan iklim hutan dan danau yang tersebar di seluruh penjuru dunia.
 
Hasilnya, cukup mencengangkan. Perubahan permukaan Bumi dari tahun ke tahun ternyata dinilai makin memburuk. Beberapa area di Afrika, Asia serta Amerika Selatan misalnya. Dalam video Timelapse itu area-area tersebut awalnya didominasi permukaan warna hijau (hutan), kemudian perlahan berubah menjadi cokelat akibat penggundulan hutan yang masif.
 
Beberapa wilayah seperti Antartika dan Laut Artik (Kutub Utara) juga mulai mencair akibat pemanasan global. Kumpulan video Timelapse tersebut diunggah Google di akun YouTube Earth Outreach. 
 
Terungkap, video perubahan iklim Bumi tersebut membutuhkan gambar dengan resolusi lebih dari satu kuadriliun piksel, sekaligus lebih dari 5 juta gambar satelit sebelum akhirnya bisa diproses menjadi video Timelapse. (Jr.)**
.

Categories:Infotech,
Tags:,