Disesalkan Aksi Ormas Bubarkan Ibadah Natal di Sabuga

Disesalkan Aksi Ormas Bubarkan Ibadah Natal di Sabuga

Suasana pembubaran kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) ibadah Natal di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung - Sejumlah pihak menyayangkan aksi pembubaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) ibadah Natal di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Kota Bandung, oleh Ormas yang mengatasnamakan Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Islam (DDI) pada Selasa malam lalu.

Menurut Kasubag Humas Polrestabes Bandung Reny Marthaliana, sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai, sempat diadakan mediasi sejumlah pihak. Yakni panitia dan mereka yang menolak, termasuk  sejumlah instansi terkait.

Hal itu dilakukan terkait informasi adanya penolakan dari dua ormas atas kegiatan KKR tersebut. "Saat mediasi di FKUB Kota Bandung memang terjadi deadlock. Bahkan dari MUI Kota Bandung serta ormas walk out dari pertemuan," kata Reny, Rabu (7/12/2016).

Polrestabes melakukan pengamanan guna mencegah potensi konflik. Selain personel dari jajaran Polrestabes Bandung, sedikitnya 2 SSK Dalmas dan 2 SSK Brimob dari Polda Jabar diturunkan ke lokasi kegiatan. Sejak pukul 10.00 WIB, para personel disiagakan di lokasi meski acara belum dimulai.

Reny menyatakan, sekitar pukul 11.00 WIB diperoleh informasi, panitia sepakat hanya akan melaksanakan sesi pertama, dengan peserta anak sekolah. Sedangkan sesi kedua akan dialihkan lokasi penyelenggaraannya ke GII. Artinya, di Sabuga disepakati bahwa tidak akan ada sesi kedua.

Namun, pukul 13.00 WIB datang sekitar 75 orang perwakilan ormas yang melakukan penolakan atas kegiatan ibadah itu. Mereka berorasi di depan jalan masuk menuju Sabuga. Panitia sempat naik ke tempat orasi dan menyampaikan kesepakatan, acara akan berakhir pukul 15.00 WIB.

Sekitar pukul 15.30 WIB, kegiatan anak sekolah itu selesai dan tidak berada di lokasi. Hanya ada panitia yang belum membubarkan diri. "Akhirnya dari ormas meminta untuk melihat langsung ke dalam gedung, dan disepakati waktu 30 menit untuk membereskan," katanya.

Namun, pukul 17.00 WIB ormas itu kembali datang ketika di dalam gedung terdengar suara nyanyian, dan mereka pun minta kegiatan dihentikan. Selesai salat Magrib dilaksanakan pertemuan perwakilan ormas, Kapolrestabes, Dandim, panitia dengan pendeta. 

Dalam pertemuan disepakati, pendeta akan menjelaskan situasi kepada jamaah diberi waktu selama 10 menit. Namun sampai 15 menit karena ditambah doa dan nyanyian memicu ormas minta dihentikan. "Kapolres pun mengambil-alih situasi dan menghentikan kegiatan," katanya.

Permintaan maaf Walikota Bandung Ridwan Kamil

Sementara itu, Walikota Bandung Ridwan Kamil menyesalkan kehadiran dan intimidasi ormas keagamaan pada KKR Natal 2016 di Gedung Sabuga Bandung. Pemkot Bandung meminta maaf terganggunya pelaksanaan Kebaktian Natal umat Kristen di Gedung Sabuga.

"Pemkot Bandung memohon maaf atas ketidaknyamanan dan semoga di masa depan koordinasi kegiatan itu bisa dilakukan dengan lebih baik,” kata Emil lewat akun media sosialnya. Untuk itu, ia  menjamin hak setiap warga Bandung untuk beribadah tetap dilindungi oleh Pancasila dan UUD 1945. 

Menurutnya, warga Bandung pada dasarnya cinta damai, toleran dan hidup dalam landasan Pancasila. "Kami menyesalkan kehadiran dan intimidasi ormas keagamaan yang tidak pada tempatnya, dan tidak sesuai dengan peraturan serta semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Emil.

Menyikapi hal itu, Emil pun memberikan 10 pernyataan:

1. Hak beribadah adalah hak fundamental warga Indonesia yang dijamin oleh Pancasila dan UUD 1945.
2. Warga Bandung adalah warga yang cinta damai, toleran dan hidup sehari-hari dalam landasan Pancasila.
3. Menyesalkan terjadinya kendala dalam beribadah karena dinamika koordinasi.
4. Menyesalkan kehadiran dan intimdasi Ormas keagamaan yang tidak pada tempatnya dan tidak sesuai dengan peraturan dan semangat Bhineka Tunggal Ika.
5. Selama sifatnya insidentil, tidak ada masalah dengan kegiatan keagamaan yang menggunakan bangunan publik seperti gedung Sabuga.
6. Kegiatan KKR ini adalah kegiatan level provinsi, karenanya surat rekomendasi kegiatan datang dari Kemenag Prov Jawa Barat.
7. Dalam proses koordinasi, Panitia KKR menyepakati bahwa kegiatan ibadah di Sabuga hanya akan berlangsung siang hari, dan BERHASIL dilaksanakan pukul 13.00-16.00.
8. Menyesalkan miskoordinasi antara panitia dan pihak aparat dalam pengamanan kegiatan ini ketika panitia berkeinginan untuk melaksanakan tambahan acara di malam hari, yang berbeda dengan surat kesepakatan.
9. Pemkot Bandung bersama Panitia KKR, akan mengupayakan waktu dan tempat pengganti, agar umat Kristiani yang semalam terkendala bisa melaksanakan kegiatan ibadah Natal sebaik-baiknya.
10. Pemkot Bandung memohon maaf atas ketidaknyamanan dan Semoga di masa depan koordinasi kegiatan ini bisa dilakukan dengan lebih baik oleh semua pihak. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,