Jalur Selatan Terputus, Longsor Tutupi Jalan Raya Nagreg

Jalur Selatan Terputus, Longsor Tutupi Jalan Raya Nagreg

Jalur Selatan terputus akibat longsoran tanah menutupi Jalan Raya Nagreg Kabupaten Bandung. (foto - ist)

Bandung - Jalan Raya Tanjankan Bohong Kampung Warung Bir Desa Ciherang Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung sempat terbutus hingga tengah malam, menyusul longsor dari tebing dengan tinggi sekitar 15 meter menutupi badan jalan, Jumat (9/12/2016) sekitar pukul 17.05 WIB.

Akibat kejadian tersebut, jalur Nagreg dari Bandung menuju arah timur terputus, sehingga arus lalu lintas dari Bandung dialihkan ke jalur Lingkar Barat Nagreg. Namun, dampaknya terjadi kemacetan panjang yang berlangsung hingga tengah malam.

Selain itu, longsoran tanah juga menimbun satu unit mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi D 1548 ZA yang berisi tiga penumpang. Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Yusri Yunus, ketiga orang yang tertimbun tersebut atas nama Wawan Setiawan (52), Sami (43) dan Udi (22).

"Beruntung, korban yang ada di dalam mobil bisa menyelamatkan diri, sehingga tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," katanya. Mobil itu juga tertahan pagar besi, sehingga tidak masuk ke dalam jurang, namun material di sekitar mobil masih sulit dibersihkan.

Yusri mengatakan, pihak kepolisian sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PU Provinsi Jabar, untuk peminjaman alat berat untuk pembersihan material longsor. "Kami juga telah melaksanakan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan arus lalu lintas ke Lingkar Barat Nagreg. Sedangkan personel dari Polsek Nagreg, Lantas Polres Bandung dan Brimob Polda Jabar sudah disiagakan di lokasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Nagreg, C.A. Saepudin menyatakan, bencana longsor di lokasi tersebut merupakan  kejadian yang keduakalinya. 

"Sebelumnya, longsor sempat terjadi namun tidak separah seperti kejadian sekarang ini. Longsor kali ini menutup semua ruas jalan, hingga menyebabkan jalur jalan tersebut terputus dan tidak bisa dilalui semua kendaraan," katanya.

Menurutnya, sebelum terjadi longsor hujan turun cukup deras sejak pukul 14.00 hingga 14.30 WIB. Hingga malam hari cuaca di wilayah Nagreg masih mendung, sehingga masih berpotensi turunnya hujan deras dan mengancam bencana longsor susulan. "Hingga tengah malam Jalan Raya Nagreg masih belum bisa dilalui kendaraan," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,