Pertumbuhan Kredit 2015 dan OJK Topang Ekonomi

Pertumbuhan Kredit 2015 dan OJK  Topang Ekonomi

Pertumbuhan Kredit 2015 dan OJK Topang Ekonomi

Bandung - Bank Indonesia menyatakan saat ini masih membahas soal pertumbuhan kredit 2015 dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai arahan kepada industri perbankan untuk menopang pertumbuhan ekonomi tahun depan.

"Nanti di 'Bankers Dinner' akan kami sampaikan (arahan pertumbuhan kredit). Saat ini kita masih diskusi dengan OJK untuk sepakat berapa pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang kita rekomendasikan untuk menunjang ekonomi kita di 2015," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/11/2014).

Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2015 mendatang sebesar 5,5-5,8 persen.

Hingga kuartal III-2014 pertumbuhan ekonomi masih melambat yakni sebesar 5,01 persen, lebih rendah dibandingkan kuartal II-2014.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, sepanjang 2014, pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,1-5,2 persen.

"Kita sudah tahu tahun ini pasti 'slowdown' (melambat), jadi kita mulai berfikir bagaimana mengatasi 2015. Perkiraan tahunan 2014 sendiri sekitar 5,1-5,2 persen," ujar Bambang.

Bank Indonesia sendiri memproyeksikan pada 2015 mendatang, pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,4-5,6 persen.

Untuk 2014, BI sendiri mengarahkan pertumbuhan kredit industri perbankan 15-17 persen untuk mengendalikan tekanan defisit neraca transaksi berjalan.

Kredit perbankan sendiri saat ini masih cenderung melambat di seluruh kawasan Indonesia dengan perlambatan yang lebih dalam terjadi di Sumatera dan kawasan Timur Indonesia (KTI), terutama karena melambatnya kredit ke sektor pertambangan dan sektor perdagangan. (AY)

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,