JPU Sebut Terdakwa Ahok Merasa Dirinya Paling Benar

JPU Sebut Terdakwa Ahok Merasa Dirinya Paling Benar

Polisi berjaga-jaga di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).

Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebutkan, terdakwa merasa dirinya paling benar.
 
Hal itu merujuk pada eksepsi atau nota keberatan dakwaan Ahok yang menyebutkan, dirinya merasa dizalimi oleh oknum politik yang disebutnya pengecut. Sebab hanya menggunakan ayat suci suatu agama, dalam menghadapi kancah perpolitikan.
 
"Terdakwa merasa dirinya paling benar. Terdakwa merasa, tidak ada orang yang lebih baik dari dirinya," kata Jaksa Ali Mukartono dalam persidangan kedua Ahok di PN Jakarta Utara di Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).
 
"Penyebutan terdakwa merasa paling benar, karena terdakwa menyebut adanya oknum elit politik yang pengecut, karena menggunakan ayat suci dalam pelaksanaan pilkada," katanya.
 
Ali Mukartono pun menolak semua nota keberatan (eksepsi) yang dibacakan oleh terdakwa Ahok. Penolakan itu baik terhadap Ahok sebagai terdakwa maupun ke kuasa hukumnya. "Saya simpulkan, kami menolak baik terhadap terdakwa maupun penasihat hukum, yang telah kami uraikan alasannya tadi," kata Ali usai sidang.
 
Ali berharap, majelis hakim yang dipimpin oleh hakim ketua, Dwiarso Budi Santiarto dapat mempertimbangkan penolakannya dan dijadikan acuan dalam mengambil keputusan.
 
"Ini sesuai 156 KUHAP, di mana majelis hakim mempertimbangkan keberatan. Mempertimbangkan pendapat penuntut umum kemudian mengambil keputusan," tambahnya.
 
Ali menyatakan, penetapan terdakwa terhadap Ahok sudah sesuai UU dan sesuai dengan bukti fakta. "Saya sampaikan material dan formal. Material ada akibat, delik formil enggak ada akibat. Pasal156 itu delik formal. Sepanjang perbuatannya sesuai delik perbuatannya bisa dipidana," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,