MNC Bank Fokus ke Mobile Banking

MNC Bank Fokus ke Mobile Banking

MNC Bank Fokus ke Mobile Banking

Jakarta - PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) dalam kegiatannya beberapa tahun ke depan akan menjadikan sektor ritel dan konsumer sebagai segmen utama.

"Saat ini fokus kami adalah mengubah arah bisnis dari bank korporasi dan komersil menjadi konsumer," kata Presiden Direktur MNC Bank Benny Purnomo dalam Paparan Publik Tahunan MNC Bank di Jakarta, Rabu.

Benny mengatakan skema aset MNC bank saat ini 55-60 persen merupakan corporate banking. Rencananya, pihaknya tahun depan akan memiliki skema aset bank korporasi dan komersil 30 persen dan aset bank konsumer 30 persen.

"Sisa skema aset 20 persen adalah untuk small and medium enterprises (SMEs)," katanya.

Direktur MNC Bank Benny Helman mengatakan bahwa tren ke depan pihaknya akan lebih banyak fokus ke mobile banking daripada membangun cabang baru dan anjungan tunai mandiri (ATM).

"Tahun depan tidak buka cabang baru, tapi fokus ke mobile banking karena pengguna telepon genggam yang jumlahnya semakin banyak," katanya.

Sebelumnya, MNC Group menggarap sektor perbankan untuk melebarkan bisnis pada sektor jasa keuangan dengan meluncurkan MNC Bank pada 27 Oktober 2014.

Untuk mengembangkan sektor bisnis perbankan ini, MNC Group telah mengucurkan dana sebesar Rp3 triliun sebagai modal awal setelah mengakusisi PT Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP).

Komposisi kepemilikan saham MNC Bank per Oktober 2014 terdiri dari MNC Kapital Indonesia 35 persen, ICB Financial Group Holdings AG 33 persen, Citibank Singapore S/A BK Julius Baer & Co Ltd 5 persen dan masyarakat 27 persen.

Total aset MNC Bank per September 2014 sebesar Rp11 triliun. Total ekuitas sebesar Rp1,258 triliun per September 2014 dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) pada posisi 15 persen.

"Target kami adalah pada 2017 terjadi penambahan kapital Rp3 triliun dan mencapai Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 3 antara 2018 dan 2019," kata Benny Helman.

BUKU 3 adalah Bank dengan modal inti Rp5 triliun sampai dengan kurang dari Rp30 triliun. (AY)

.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,