Pesona Danau Natron yang Tak Ramah bagi Populasi Hewan

Pesona Danau Natron yang Tak Ramah bagi Populasi Hewan

Di danau natron banyak hewan terjebak mati dan mengeras secara alami karena kandungan garam dan soda yang sangat tinggi. (foto - ist)

Dodoma - Danau yang dialiri dari Sungai Ewaso Ng'iro dan juga dari air panas yang kaya mineral tersebut memang sangat dangkal, yang kedalamannya kurang dari tiga meter (10 kaki). Dengan luasnya yang berubah tergantung pada level airnya karena tingginya penguapan, meninggalkan konsentrasi garam dan mineral lain terutama natrium karbonat (natron). 
 
Wilayah sekitarnya yang panas serta sangat kering dan berdebu, sangat tidak kondusif untuk melakukan perjalanan. Namun bagi yang memilih untuk mengunjungi Danau Natron, mereka akan mendapatkan beberapa pemandangan paling dramatis, yang pernah mereka lihat di Tanzania. 
 
Selama perjalanannya pun layak untuk dilihat. Danau ini memiliki karakteristik warna merah tua, di mana tingkat penguapan sangat tinggi. Saat air menguap selama musim kemarau, tingkat salinitas meningkat di mana mikro organisme pecinta garam mulai berkembang. 
 
Organisme seperti halophile mencakup beberapa cyanobacteria membuat makanan mereka sendiri dengan fotosintesis, seperti yang dilakukan tanaman. Pigmen photosynthesizing pada cyanobacteria menghasilkan warna merah pada air danau, dan oranye dari bagian yang dangkal danau. 
 
Sementara kerak garam alkali pada permukaan danau sering berwarna merah muda atau pink, yang disebabkan oleh mikroorganisme pecinta garam yang hidup di sana. Suhu tinggi hingga 41 derajat Celcius dan kadar garam yang tinggi dan bervariasi, jelas tidak mendukung hidupnya satwa liar. 
 
Namun demikian, danau ini merupakan habitat penting bagi flamingo dan merupakan rumah bagi ganggang endemik, invertebrata bahkan ikan yang dapat bertahan hidup di air yang sedikit asin. Seiring dengan peningkatan salinitas, begitu juga jumlah cyanobacteria, maka danau ini siap mendukung sarang lagi. 
 
Sejumlah flamingo, kawanan tunggal yang besar di Afrika Timur berkumpul di sepanjang danau garam di wilayah itu, di mana mereka makan Spirulina (ganggang biru-hijau dengan pigmen merah).
 
Danau Natron adalah lokasi penangkaran yang aman, karena lingkungan kaustiknya penghalang bagi predator, yang berusaha untuk mencapai sarang mereka di pulau-pulau evaporite yang terbentuk musiman.
 
Saking kaustiknya Danau Natron tersebut, banyak hewan yang terjebak mati dan mengeras secara alami, karena kandungan garam dan soda yang sangat tinggi.(Jr.)**
.

Categories:Wisata,
Tags:,