Pembakaran Markas GMBI Bogor Tetapkan 12 Orang Tersangka

Pembakaran Markas GMBI Bogor Tetapkan 12 Orang Tersangka

Pembakaran Markas GMBI Bogor Tetapkan 12 Orang Tersangka

Bandung - Jajaran penyidik Polda Jawa Barat menetapkan 12 orang tersangka, kasus perusakan dan pembakaran sekretariat Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Desa Tegal Waru Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.

"Setelah dilakukan pemeriksaan intensif dari 20 orang yang diamankan, 12 orang di antaranya ditahan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus dalam keteangan tertulisnya, Sabtu (14/1/2017).

Menurut Yusri, modus operasi yang dilakukan tersangka yaitu mendobrak gerbang sekretariat GMBI, lalu merusak barang bangunan dengan menggunakan batu dan bambu. "Mereka juga melakukan perusakan terhadap tanaman, melakukan pembakaran terhadap bangunan sekretariat GMBI," katanya.

Akibat perusakan tersebut, satu orang Ketua LSM GMBI berinisial SA, menjadi korban amuk masa dari elemen organisasi Front Pembela Islam. Para tersangka kebanyakan dari kalangan pelajar dan usia dini. Tersangka dewasa yakni MAB (28 tahun) guru, MY (28), A (19) pelajar, SB (22) pelajar, W (18) pelajar, AY (22) tahun, MHH (18) pelajar.

Sedangkan untuk tersangka di bawah umur, adalah I (17) pelajar, IF (16) pelajar, RH (17) pelajar, MR (17) pelajar dan NY (17) pelajar.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya, satu unit sepeda motor yang hancur dibakar, beberapa kursi dan potongan meja bulat kayu yang telah hancur dibakar, beberapa potongan bambu yang dipergunakan untuk merusak, beberapa buah pecahan tembok dan beberapa batang tanaman yang telah dirusak.

Kemudian, satu buah kap duduk lampu neon lapangan bulu tangkis yang telah dirusak, beberapa buah batu yang dipergunakan untuk merusak, materi listrik yang telah dirusak, satu buah pelek mobil dan empat buah handphone.

Dengan demikian, mereka dikenakan dengan Pasal 170 KUHP, tentang tindak kekerasan terhadap orang dan barang di muka umum bersama-sama. Tersangka juga dikenakan Pasal 187 KUHP, tentang tindakan sengaja yang menimbulkan kebakaran.

Insiden perusakan sekretariat GMBI buntut dari kericuhan antara FPI dan GMBI usai pemeriksaan Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab di Mapolda Jawa Barat Kota Bandung. 

Setelah insiden kericuhan kedua organisasi itu, beredar kabar anggota FPI bernama Syarif menjadi korban penusukan dan perusakan mobil. Akhirnya, sebanyak 150 FPI Ciampea melakukan aksi balas dendam, dengan membakar markas GMBI Ciampea Bogor. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,