Jepang Luncurkan Satelit Militer Pertama di Tanegashima

Jepang Luncurkan Satelit Militer Pertama di Tanegashima

Jepang luncurkan Satelit Militer Kirameki-2 di Pangkalan Antariksa Tanegashima. (foto - NDTV)

Kagoshima - Jepang meluncurkan satelit komunikasi militer pertamanya. Peluncuran itu ditujukan demi meningkatkan kapasitas broadband bagi Pasukan Bela Diri (SDF) mereka. SDF kini tengah memperkuat sebuah rantai pulau yang membentang di sepanjang tepi selatan Laut Cina Timur.
 
Dikutip dari Reuters, Selasa (24/1/2017) satelit lepas landas dari pangkalan antariksa Tanegashima Jepang, dengan sebuah roket H-IIA pada pukul 07:44 GMT. "Satelit telah berhasil memasuki orbit," kata Juru Bicara Mitsubishi Heavy Industries yang membangun peluncur itu.
 
Menurut Japan Times, satelit komunikasi pertama itu merupakan program Kementerian Pertahanan Jepang. Roket H-IIA membawa satelit komunikasi pertahanan Kirameki-2 diluncurkan oleh Mitsubishi Heavy Industries Ltd dari Agensi Explorasi Luar Angkasa Jepang, di Pangkalan Antariksa Tanegashima di Prefektur Kagoshima.
 
Satelit Kirameki-2, satu dari tiga satelit komunikasi pertahanan, akan menggantikan tiga satelit sipil yang saat ini digunakan oleh Pasukan Bela Diri Jepang.
 
Menurut pejabat Kemenhan Jepang, satelit baru akan meningkatkan komunikasi langsung antara unit darat, laut dan air Pasukan Bela Diri lewat kecepatan tinggi dan jaringan berkapasitas tinggi. Ini terjadi di tengah peningkatan aktivitas rudal Korea Utara, dan ancaman potensial terhadap pulau-pulau terpencil Negeri Matahari Terbit.
 
Kemenhan Jepang berencana mematok posisi Kirameki-2 di atas Samudera Hindia, dan berharap satelit juga dimanfaatkan oleh personel SDF. Utamanya dalam mengambil bagian operasi penjaga perdamaian PBB di Sudan Selatan, dan mereka yang berpartisipasi dalam misi anti-pembajakan di perairan Somalia.
 
Peluncuran Kirameki-2 mendahului Kirameki-1 yang menjalani perbaikan, setelah mengalami kerusakan selama transportasi ke lokasi peluncuran di Guyana Amerika Selatan. Peluncuran Kirameki-1 awalnya ditetapkan Juli tahun lalu, namun kini dijadwalkan awal Maret 2018. 
 
"Sedangkan pada Kirameki-3 direncanakan akhir tahun fiskal 2020," kata para pejabat. Kirameki-1 diharapkan beroperasi di atas Samudera Pasifik dan Kirameki-3 di atas angkasa Jepang. "Biaya untuk pembangunan Kirameki-1 dan 2 sekitar 130 miliar Yen, atau setara 1,1 miliar dolar AS," katanya.
 
Kementerian itu akan mengoperasikan satelit komunikasi baru, yang menggunakan teknologi radar X-band, selama sekitar 15 tahun. Rentang frekuensi X-band secara luas digunakan untuk komunikasi militer. (Jr.)**
.

Categories:Infotech,
Tags:,