Selain Patrialis Akbar KPK pun Tangkap Sembilan Orang

Selain Patrialis Akbar KPK pun Tangkap Sembilan Orang

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.

Jakarta - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar diringkus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat operasi  tangkap tangan (OTT), Rabu malam. Selain Patrialis Akbar, dalam OTT itu KPK pun mengamankan sembilan orang lainnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, diduga terlibat dalam kasus dugaan suap penanganan judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK). Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, ditangkap di sebuah hotel di Tamansari Jakarta Barat ketika bersama dengan sejumlah wanita.

Ketua KPK Agus Rahardjo pun telah membenarkan terkait operasi tangkap tangan (OTT), yang dilakukan anak buahnya dengan mengamankan sejumlah pihak termasuk Patrialis Akbar. "Nama-nama yang terkait biar disampaikan di konpers aja," kata Agus, Kamis (26/1/2017).

‎Lewat tangkap tangan itu, sejumlah dokumen serta uang tunai yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap judicial review di MK tersebut, sudah diamankan tim Satgas KPK.

Sementara itu, dengan tertangkapnya Patrialis Akbar merupakan kabar duka bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), khususnya Komisi III selaku mitra kerja MK.  Anggota Komisi III DPR, Muhammad Nasir Djamil menyampaikan MK seharusnya dijabat oleh negarawan yang bersih dan jauh dari praktik korupsi.

Jadi musibah jika hakim di MK terjaring OTT. "Bagi saya siapa pun nama hakim konstitusi yang tertangkap tangan dalam OTT oleh KPK maka ini musibah bagi bangsa. Sebuah kecelakaan sejarah karena MK diisi oleh hakim yang bukan negarawan," kata Nasir.

Sejak awal menjadi hakim di MK, ia mengaku sudah menaruh curiga kepada Patrialis Akbar karena tidak transparannya proses rekrutmen. "Kalau benar memang namanya Patrialis Akbar di sejumlah media online, sejak awal kehadirannya di MK menuai kritik sejumlah pihak. Sebab dinilai tidak transparan pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,