Ratusan Juta Warga Cina Mudik untuk Merayakan Imlek

Ratusan Juta Warga Cina Mudik untuk Merayakan Imlek

Warga Cina memadati stasiun kereta di Kota Guangzhou untuk pulang kampung merayakan Imlek. (foto - Reuters)

Beijing - Ratusan juta warga Cina dari penjuru dunia mudik untuk merayakan Imlek. Di Stasiun Kereta Beijing misalnya, tercatat 10 juta orang memilih kereta untuk pulang ke kampung halaman. Mereka mengenakan mantel dan menenteng koper besar, saat mengantre berjam-jam demi mendapatkan tiket.

Ibarat tradisi mudik saat Lebaran atau Hari Natal di Indonesia, permintaan tiket kereta api dan moda transportasi lain menjelang Imlek sangat tinggi. Bahkan, banyak orang menghabiskan berhari-hari demi mendapat tiket kendaraan umum dalam momen mega migrasi itu.

Salah satu calon pemudik, Qi Xi misalnya, selama empat jam berusaha tak berhasil mendapat tiket kereta cepat dari Beijing ke kampung halamannya di Provinsi Heilongjiang. Ia pun harus menghabiskan waktu nyaris seharian duduk di kereta kelas ekonomi, dengan kursi keras dan tidak nyaman. Namun, Qi Xi tidak mengeluh mengingat ia termasuk beruntung.

"Rekan kerja saya dari Harbin masih belum berhasil membeli tiket kereta, dan tidak tahu bagaimana lagi cara pulang. Bisa jadi ia tidak pulang kampung tahun ini," kata Qi, di sela-sela barisan panjang calon penumpang lainnya.

Liburan tersebut yang juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, yakni masa berkumpulnya para keluarga untuk makan bersama dan menikmati pesta kembang api. Mereka yang mudik dalam tradisi pulang kampung harus tiba pada Jumat 27 Januari, agar bisa merayakan Tahun Baru Cina keesokan harinya.

Dilansir The Sun, Jumat (27/1/2017) otoritas transportasi memprediksi, ada sekitar tiga miliar perjalanan yang dijalani warga Cina sepanjang Imlek. Angka itu termasuk 2,5 miliar perjalanan melalui rute darat. Tingginya volume perjalanan berarti manajemen navigasi stasiun bakal seperti mimpi buruk, serumit mendapatkan tiket.

Tanpa akses internet, Wang Wentai (65) meminta tolong seseorang untuk memesankan tiket kereta api agar ia bisa mudik ke Kota Handan Provinsi Hebei. Begitu semangatnya pulang kampung setelah setahun bekerja sebagai pencuci piring di restoran Korea, Wang berhasil tiba di stasiun dua jam sebelum kereta berangkat. 

"Banyak orang mengantre dan saya tidak tahu harus berdiri di barisan yang mana. Jadi saya membuang banyak waktu," ungkap Wang. Tiket yang tersedia adalah untuk perjalanan 14 jam berikutnya. "Saya tidak bisa menunggu di dalam karena masih terlalu awal. Namun saya tidak tahu harus ke mana lagi," keluh Wang. 

Ia berdiri di luar stasiun, kedua tangan di dalam kantong untuk mengusir dingin di tengah suhu udara minus nol. "Selama perjalanan, Anda sesekali melihat ponsel, bosan atau tidur, meski Anda tidak dapat sepenuhnya tidur. Anda hanya perlu bertahan hingga semua usai," kata seorang perempuan yang akan menjalani perjalanan 20 jam ke Yunnan.

Sekitar seperenam populasi dunia akan merayakan Tahun Baru Cina, Sabtu 28 Januari ini. Perayaan Imlek juga digelar di berbagai negara. Bahkan, London dan San Francisco mengklaim bakal menggelar perayaan Imlek terbesar di luar Asia. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,