Kebijakan Imigran Trump Ancam Puluhan Ribu WNI di AS

Kebijakan Imigran Trump Ancam Puluhan Ribu WNI di AS

Puluhan Ribu WNI yang bermukim di Amerika Serikat terancam kebijakan imigran Donald Trump. (foto - bbc)

Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia meminta perwakilannya di‎ Amerika Serikat (AS), untuk mengaktifkan hotline 24 jam bagi warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di sana. Hal itu terkait kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menggencarkan penangkapan dan deportasi terhadap imigran gelap.

Namun demikian, Kemenlu meminta para WNI di AS tetap tenang dan mencermati perkembangan di sekitarnya. WNI juga diimbau tetap menjaga ketertiban umum. "Diharapkan, WNI memahami hak-haknya dalam berbagai situasi," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/1/2017).

Kemenlu RI memastikan seluruh Perwakilan RI secara proaktif akan memberikan pelayanan, dan menjangkau seluas mungkin WNI yang ada di negeri Paman Sam. "Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan RI di seluruh AS terus mengamati perkembangan yang terjadi, dan akan mengantisipasi dampak yang mungkin timbul bagi WNI," sebutnya.

Sejumlah hotline 24 jam pun dibuka perwakilan RI bagi para WNI. Hotline tersebut adalah ‎KBRI Washington DC +1 202-569-7996, KJRI Chicago: +1 312-547-9114, KJRI Houston: +1 346-932-7284, ‎KJRI Los Angeles: +1 213-590-8095, ‎KJRI New York: +1 347-806-9279 dan ‎KJRI San Francisco: +1 415-875-0793.‎

Menurut Iqbal, imbauan itu dikeluarkan setelah Presiden Donald Trump menandatangani kebijakan mengenai Border Security and Immigration Enforcement Improvement, pada Rabu 25 Januari 2017. "Salah satu komponen penting dalam kebijakan itu, penangkapan dan deportasi terhadap imigran gelap yang pada pemerintahan sebelumnya dilindungi dengan adanya Sanctuary Policies di beberapa kota dan negara bagian," kata Iqbal.

Meski tak ada data resmi, jumlah WNI yang masuk kategori imigran ilegal di AS, diperkirakan mencapai 40 ribu pada 2015. Meski demikian, Kemenlu meyakini jumlah itu tak terlalu akurat. Perkiraan WNI yang melebihi masa izin tinggal pada akhir 2015, yakni 34.390 di AS.

Sejauh ini, pemerintah RI maupun AS tidak memiliki data akurat mengenai jumlah WNI ilegal. "Meski kami tidak memiliki data pasti, tapi perwakilan di AS terus memantau dan melakukan pembinaan. Perwakilan RI juga membina hubungan dengan walikota di wilayah yang banyak dihuni WNI. Mereka diterima dengan baik dan menjadi bagian yang integral dari komunitas di mana mereka bermukim," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,